Share |

Robby Darwis: Permainan Kami Kacau


Dilumat Singo Edan 3-0 tanpa balas, membuat Pelatih Anyar Persib Bandung, Robby Darwis tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Mantan stoper Timnas era 80 an yang baru saja meraih sertifikat kepelatihannya tingkat A tersebut, menyadari jika permainan anak asuhnya kacau balau.

"Gol Arema membuat mental anak-anak langsung down. Apalagi, peluang penalti yang kami dapat, tidak berbuah gol,"ungkap Robby Darwis, Minggu (18/7/2010) malam saat konfrensi pers usai pertandingan babak delapan besar Piala Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Dengan tatapan mata nanar, lelaki bertubuh jangkung itu sangat tertekan. Meski pada babak pertama Cristian Rene Martines sukses mengawal pergerakan para striker Arema Indonesia, gol tendangan Rahmad Afandi menit 57, membuat permainan kolektif anak asuhnya menjadi labil. Psikis pemainnya menjadi langsung jatuh. Apalagi, sebelum gol terjadi, Persib sempat mendapatkan penalti. Sayangnya, tembakan Cristian Gonzales pada akhir babak pertama, berhasil ditahan kiper Arema, Kurnia Meiga.

Menurutnya, secara keseluruhan, tempo permainan yang terjadi selama dilapangan cukup menarik dan enak ditonton. Hanya saja, ia memang tidak menampik jika pergantian beberapa pemain seperti Airlangga yang menggantikan Cucu Hidayat, malah berakibat blunder. Keluarnya Cucu yang punya gaya permainan bertahan dan aktif bertahan, memberikan peluang Arema untuk membombardir lini belakang Persib.

"Masuknya Airlangga malah membuat kacau. Tapi, kami juga mengakui jika tim muda Arema cukup bagus. Termasuk, kiper Arema yang berhasil menahan dua kali tendangan penalti," papar Robby.

Ia juga menambahkan, kecemerlangan penjaga gawang Arema, membuat anak asuhnya sedikit frustasi. Apalagi, tendangan penalti dua kali yang gagal berbuah gol, membuat kolektifitas bermain jadi amburadul. Hanya saja, saat ditanya sejumlah wartawan apakah karena Persib dituntut menang untuk mengamankan posisi di babak delapan besar Piala Indonesia, Robby yang sempat menjadi Asisten Pelatih cukup lama dibawah kepelatihan Hartono tersebut, mengaku tidak pernah menekan dan meminta para pemainnya memenangkan pertandingan.

"Kami bermain cukup normal. Tidak menuntut para pemain agar harus menang. Dan inilah sepakbola. Karena semuanya bisa terjadi," tambahnya. [yog/gir]
Share on Google Plus

About 12paz