Share |

Psms Bidik Wijay


Mengingat sisa waktu menjelang Kompetisi Divisi Utama 2010/2011 semakin dekat, Pengurus PSMS secepatnya menggelar persiapan. Dengan demikian ambisi bermain di Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 mendatang bisa diwujudkan.

Hal itu pun dimaklumi Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi Sumut Pos, Rabu (7/7). Untuk itu secepatnya pengurus akan menentukan Pelatih PSMS yang nantinya diikuti dengan perekrutan pemain inti. “Rencananya pengurus akan menentukan pelatih tanggal 16 Juli nanti. Untuk sementara ini kandidat tetap dua figur lokal yaitu Zulkarnai Pasaribu dan Abdul Rahman Gurning,” ucap Idris.

Menurut Idris, kedua figur pelatih tersebut selain memiliki kualitas yang tak diragukan. Zulkarnain Pasaribu misalnya pernah menangani PSMS Medan di tahun 1983 dan 1986 dinilai memiliki kiprah yang cukup baik, terutama ketika menangani Pupuk Kaltim (PKT) Bontang (1989 – 1995). Sementara Abdul Rahman Gurning, kiprahnya yang mampu mengantarkan PSPS Pekanbaru dari kompetisi Divisi Utama 2008/2009 menjadi kontestan Liga Super 2009/2010.

“Pertimbangannya, Zulkarnain Pasaribu pernah berprestasi menangani PKT Bontang dan mempertahankan PSMS di Divisi Utama musim lalu (2009/2010). Begitu juga Abdul Rahman Gurning mendapat dukungan sama besar dari pemerhati sepakbola Kota Medan untuk melatih PSMS musim depan,” beber Idris.

Selain itu kedua figur pelatih tersebut yang merupakan putra daerah juga memiliki fanatisme yang tinggi terhadap PSMS. Seperti Zulkarnain saat diplot sebagai pelatih PSMS di beberapa laga sisa PSMS bersama Amrustian berhasil menyelamatkan PSMS dari ancaman degradasi. Padahal keberadaan mereka tampa ikatan kontrak yang jelas.

Begitu juga dengan Abdul Rahman Gurning, sebagai putra kelahiran Kota Medan, mengarsiteski PSMS baginya merupakan tanggungjawab moral. Untuk itu dirinya pun berkeinginan untuk melakukan perekrutan pemain dengan sebaik-baiknya.

Sayang semua usaha itu masih harus menemui kendala. Pasalnya PSMS hanya memiliki sisa Rp4 Miliar dari total Rp6 Miliar dana hibah APBD Kota Medan. Hal itu membuat pengurus enggan melakukan negosiasi dengan salah seorang kandidat pelatih tersebut di atas.

Minimnya dana ini juga menjadi penyebab proses negosiasi tak berjalan lancar dalam perekrutan pemain. Pasalnya beberapa pemain mematok harga selangit.

Sebut saja nama Mahyadi Panggabean dan Legimin Rahardjo yang musim lalu memperkuat Persik Kediri bersama Saktiawan Sinaga. Kedua pemain lokal ini disebut-sebut mematok harga yang memaksa Pengurus PSMS berfikir ulang untuk merekrut keduanya.

“Saya ada menghubungi Legimin dan Mayadi. Tapi Legimin menawarkan harga yang cukup tinggi, sekitar Rp700 juta, begitu juga dengan Mayadi. Jujur saja kita tidak punya dana yang cukup untuk nilai itu,” ungkapnya.

Untuk kontrak pemain lokal kubu PSMS membuat perbandingan dengan pemain asing yang pernah dikontrak di PSMS. Dimana Nyeck Nyobe dikontrak seharga Rp350 juta per musim.

Tetapi, kabar baiknya, salah seorang pemain asal Medan lainnya, Wijay yang sebelumnya memperkuat Persebaya Surabaya, kemungkinan besar akan bersama PSMS musim depan, beserta tiga mantan pemain Persiraja Banda Aceh asal Medan termasuk gelandang Zulkarnain. (jul/sumutpos)
Share on Google Plus

About 12paz