Share |

Pemain Persebaya Tuntut Pembayaran Gaji


Skuad Persebaya Surabaya was-was. Itu karena pencarian sisa kontrak pemain sebanyak 25 persen belum juga direalisasikan oleh pengurus. Mereka risau, karena kompetisi hampir berakhir. Namun, sisa kontrak tersebut juga belum diserahkan ke tangan pemain.
"Dengar-dengarnya Agustus akan dibayar. Tapi, sampai saat ini kok belum ada kepastian langsung dari manajemen. Padahal, semua ini kan tanggung jawab mereka juga," bilang salah satu pemain Persebaya yang identitasnya enggan dikorankan, kemarin.
Menurut dia, sesuai kesepakatan dengan pihak manajemen, 25 persen dari total gaji akan dibayar pada awal kompetisi. Sementara 50 persen terbayar lewat gaji bulanan. Sedangkan 25 persen sisanya akan dilunasi sebelum kompetisi berkahir.
"Tapi, kok belum ada tanda-tanda untuk itu. Jujur saja, tunggakan kami diluar saat ini juga banyak, kami takut nasib kami seperti Persebaya musim lalu. Yang sampai akhir kompetisi sisa kontrak pemain tidak dilunasi," ungkap sumber tersebut.
Pada musim lalu, Persebaya memang memiliki catatan hitam tentang kontrak pemain. Saat itu, Bejo Sugiantoro, Bobby Satria, Purwanto Suwondo, tidak mendapat 25 persen sisa kontrak tidak terlunasi. Padahal, kompetisi telah berakhir.
Lain hal juga dengan Patricio ‘Pato’ Morales, pemain asing asal Chili yang dipinjamkan dari Persik Kediri itu mengeluh dengan kejelasan gaji bulanan mereka. Menurut dia, gaji bulanan itu sebenarnya harus diterima tanggal 6 setiap bulannya.
"Namun tidak tahu kenapa, manajemen sering menundanya sampai tanggal 10. Saya tidak mau spekulasi tentang itu. Tapi, kami pemain sudah berkomitmen, jika sampai tanggal 10 tidak juga direalisasikan, kami akan berkumpul dan lakukan sesuatu," ujar striker tim asal kota Pahlawan tersebut.
Meskipun begitu, manajemen Persebaya yang baru I Gede Widiade hanya menanggapinya dengan dingin. Menurut Gede, dia hanya diberi mandat untuk mengurus Persebaya pada babak playoff Indonesia Super League (ISL) 2010.
"Saya hanya bertanggung jawab selama di babak playoff saja. Kalau masalah itu, kebijakannya ada di Pak Saleh (Saleh Mukadar, red)," imbuh Gede.
Sayang, Saleh Mukadar sulit untuk dihubungi. Sejak pergantian manajemen Persebaya, Saleh Mukadar sudah mulai jarang nongol di kantor Persebaya.
Pelatih Persebaya, Rudy Wiliam Keljtes mengatakan bahwa dia akan berusaha untuk membicarakan kondisi tim tersebut dengan para pengurus.
"Kalau masalah gaji, mungkin saya bisa komunikasikan dengan manajer yang baru. Tapi, tidak untuk masalah kontrak pemain. karena itu adalah privasi mereka masing-masing," ungkap pelatih berdarah Situbondo dan Belanda itu. (dik/jpnn)
Share on Google Plus

About 12paz