
Kemenangan telak yang diukir anak asuhnya atas Bontang FC dengan skora telak 3-0, membuat Pelatih Kepala Arema, Robert Albert tersenyum bahagia.
Mantan pemain Ajax Amsterdam itu mengakui, pertandingan penting lawan Bontang FC adalah kunci untuk merebut Piala Liga Super Indonesia musim 2009-2010.
"Bontang FC memberikan perlawanan yang sengit. Saya kagum dengan permainan kolektif dan pantang menyerah yang dilakukan pemain lawan. Namun, dengan kemenangan hari ini, kita hanya butuh satu poin saja untuk meraih juara pada tahun ini,” ungkap Robert Albert, Rabu (19/05/10) petang saat konfrensi pers berlangsung usai pertandingan berakhir.
Menurutnya, langkah Arema Indonesia sudah didepan mata. Dengan kemenangan hari ini, poin Arema masih unggul tiga nilai dari rival terberatnya Persipura Jayapura.
Sehingga, untuk memastikan jika Arema kelaur jadi juara ISL musim 2009-2010, Arema hanya butuh bermain seri saja saat melawan PSPS Pekanbaru pada minggu depan.
Saat ini, nilai yang sudah diraih Arema Indonesia adalah 69 poin. Menyisahkan dua laga tandang melawan PSPS dan Persija Jakarta, Arema masih unggul tiga poin dari rival terberatnya Persipura Jayapura yang dalam pertandingan sama, mengalahkan Persik kediri dengan skor tipis 1-0.
Dengan kemenangan itu, Persipura meraih nilai 66 dan menyisahkan satu laga home mereka. Sehingga, meski pertandingan selanjutnya Persipura menang dan Arema hanya bermain seri saja, dipastikan, tim berjuluk Singo Edan akan
mengukir sejarah dengan merebut Piala tertinggi kompetisi Indonesia Super League Musim 2009-2010.
“Kami bersyukur memenangi pertandingan hari ini. Apalagi, Persipura juga menang. Jadi, masih ada jarak dengan mereka. Pastinya, kita tinggal butuh satu poin saja untuk keluar sebagai jawaranya,” papar Robert dengan tersenyum.
Dijelaskannya, secara keseluruhan, ia menilai pertandingan melawan Bontang FC sangat melelahkan. Ia juga
mengakui penampilan anak asuhnya seperti Noh Alam Syah, bermain dibawah form.
Termasuk, beberapa pemain muda Arema kurang greget dan seperti kehilangan semangat bertanding. Akibatnya, para pemain kerap kehilangan bola saat para pemain Bontang FC terus menempel ketat pemain Arema.
Lebih dari itu, Robert juga menegaskan jika kekurang sabaran para pemain, membuat babak pertama banyak kehilangan peluang. Andai saja Roman CS bisa sedikit sabar, bisa jadi akan banyak gol yang tercipta dibabak pertama.
“Pemain kurang sabar. Terlalu buru-buru memenangkan pertandingan. Sehingga, mereka malah kerap kehilangan bola,” ucapnya.
Robert juga menambahkan, dengan kemenangan sore ini, para pemain ingin mempersembahkan pada Aremania dan warga Malang. Ia juga mengaku adanya gelaran akbar Festival Malang Tempo Dulu mulai besok hingga tiga hari kedepan, membuat semangat bertanding para pemain untuk memberikan kado kemenangan
berbuah manis.
“Kemenangan hari ini adalah kado terindah bagi warga malang raya. Malang Tempo Dulu kami� hadiahi dengan kemenangan. Juara sudah didepan mata. Tinggal satu poin saja,”terang Robert.
