
Panitia pelaksana pertandingan Persik Kediri belum memutuskan lokasi pertandingan laga usiran Persik-Persebaya pasca larangan kepolisian. Kondisi ini dikhawatirkan memperburuk mental pemain Persik.
Ketua Panitia Pelaksana Persik Bambang Sumaryono mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih berjuang keras agar laga tersebut tetap bisa dilangsungkan di Stadion Brawijaya Kediri, Jawa Timur. “Kami belum bisa konsentrasi menentukan tempat,” kata Bambang, Senin (26/4).
Bambang mengaku dipermainkan oleh pihak kepolisian terkait perizinan laga tersebut. Sebelumnya, Kepala Kepolisian Resor Kota Kediri Ajun Komisaris Besar Polisi Rastra Gunawan mengumumkan pelarangan, namun kemudian keputusan itu dicabut oleh Wakil Kepala Kepolisian Resor Kediri Komisaris Polisi Kuwadi. “Kemarin Wakapolres menelepon saya soal pembolehan itu,” kata Bambang.
Dalam sambungan telepon tersebut, menurut Bambang, polisi memperbolehkan pertandingan dengan pengamanan penuh. Panitia juga dilarang memberikan tempat kepada bonek untuk masuk ke Stadion Brawijaya.
Namun sayangnya keputusan tersebut kembali dibantah oleh epala Polresta Rastra Gunawan. Bahkan petang ini Gunawan memanggil panitia pertandingan dan Wali Kota Kediri Samsul Ashar untuk membahas persoalan itu. “Saya dalam perjalanan ke sana juga,” kata Bambang.
Akibat tidak jelasnya sikap kepolisian tersebut, menurut Bambang, berdampak pada kesiapan panitia pertandingan dan pemain Persik. Dalam waktu yang sangat mepet, Bambang mengaku tidak bisa menentukan stadion mana yang akan dipergunakan untuk pertandingan. “Mental tim juga terganggu karena lokasinya tak kunjung jelas,” katanya.
Sehari sebelumnya Kompol Kuwadi memberikan ijin pertandingan Persik – Persebaya tetap dilangsungkan di Kediri dengan syarat, diantaranya surat pernyataan tertulis dari bonek untuk tidak datang ke Kediri, pertandingan tidak boleh dilakukan malam hari, serta dilarang mengenakan atribut bonek. “Itu harus dipenuhi dulu,” kata Kuwadi. HARI TRI WASONO
