
Kepolisian Daerah DI Yogyakarta memastikan tidak memberikan izin pelaksanaan partai lanjutan Djarum Liga Super Indonesia antara Persik Kediri melawan Persebaya Surabaya yang dijadwalkan pada 29 April besok di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta .
Persik pun bersiap menerima sanksi kalah walkout (WO) dari Badan Liga Indonesia akibat gagal menggelar partai kandangnya itu. Sebelumnya, penyelenggaraan laga di Kediri juga ditolak kepolisian setempat karena alasan keamanan.
Kepastian pembatalan partai derbi Jawa Timur di Yogyakarta itu dikemukakan Sekretaris Umum PSS I DIY Dwi Irianto saat dihubungi, Kamis (28/4/2010) sore, seusai Dwi mendampingi panitia pelaksana pertandingan Persik beraudiensi dengan Wakil Kepala Polda DIY Komisaris Besar Badrun Arifin.
Dwi mengatakan, terdapat beberapa alasan Polda tidak memberikan izin, salah satunya yakni mepetnya waktu pengajuan izin dengan hari H pertandingan. Izin ke Poltabes Yogyakarta baru diberikan H-2 sebelum pertandingan. Namun, Poltabes menolak dan menyerahkan kepada Polda yang baru diajukan hari ini atau H-1 sebelum pertandingan.
Padahal, prosedur pengajuan izin kepolisian minimal tiga hari sebelum pelaksanaan pertandingan, ujar Dwi. Selain itu, ada pula alasan waktu pertandingan yang berdekatan dengan beberapa agenda kemananan lain di DIY, yakni peringatan Hari Buruh pada 1 Mei serta persiapan kampanye pilkada (pemilihan kepala daerah) yang akan digelar di tiga kabupaten.
