Share |

Persema vs Persebaya : Hidup Mati


Pertandingan hidup mati bakal tersaji di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya, sore ini. Yakni, saat Persema menantang tuan rumah Persebaya Surabaya pada laga pamungkas penyisihan Grup F Piala Indonesia. Hasil dari laga itu akan menentukan lolos dan tidaknya kiprah kedua tim menuju ke babak 16 besar.
Ya, kedua tim, baik Persema dan tuan rumah diharamkan sampai menuai kekalahan. Sebab, dua tim pesaingnya yang lain, Persidafon Dafonsoro dan Persipro Probolinggo juga sama-sama berpeluang lolos. Kedua tim ini akan menentukan nasibnya sendiri saat saling bentrok di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, di waktu yang sama.
Laskar Ken Arok sadar kemenangan tidak mudah diraih dari Persebaya. Pasalnya, tuan rumah tentunya tidak mau menuai malu saat tampil di depan publiknya sendiri, Bonekmania. So, Bima Sakti dkk harus berjuang ektra keras melawan tekanan teknis dan non teknis. Di teknis, lini depan dan depan Persebaya sangat berbahaya dengan kecepatannya. Non teknisnya, tekanan mental dari Bonekmania.
Pelatih Persema, Aji Santoso meminta pemainnya tampil disiplin dan konsentrasi menghadapi Persebaya. Sekalipun Persema datang ke Stadion Tambaksari, nama lama kandang Persebaya dengan kekuatan pincang. Duo penyerang Jaya Teguh Angga dan Jairon Feliciano serta stopper Park Chul Hyung dipastikan absen. Jairon cedera, sedangkan Jaya dan Park absen akibat kartu merah di laga sebelumnya.
‘’Mereka punya kecepatan baik dari dua wing dan strikernya. Diantaranya, Andik Vermansyah, Patricio Morales dan Andi Odang. Jadi, pemain Persema harus fight lawan Persebaya sepanjang pertandingan. Kita sendiri juga akan main menyerang dengan memaksimalkan stok pemain yang ada,” terang Aji .
Hingga kemarin, mantan pelatih Persisam ini terus mengotak stok amunisi timnya. Di belakang, kemungkinan dipercayakan kepada duet Suroso dan Seme Patrick. Belum pulihnya Robbie Gaspar dari cedera, memaksa Aji hanya mengandalkan gelandang lokal, seperti Sutaji, Siswanto dan Bima Sakti. Di depan, Persema mengandalkan Brima Pepito yang diback up gelandang bertipikal serang, diantaranya M Kamri dan Jainal Ichwan.
Hasil seri tetap membuka asah bagi Persema untuk lolos. Tapi, peluang itu akan sirna jika Persidafon mengalahkan Persipro. Sebaliknya, jika Persipro mengalahkan Persidafon, Persema juga terancam tidak lolos lantaran bisa jadi kalah agregat gol. Jika ingin tetap memegang peluang lolos, tidak ada cara lain bagi Persema selain memenagi pertandingan. Laskar Ken Arok kini mengantongi nilai tiga poin sama seperti yang diraih Persidafon.
Sementara itu, kubu Persebaya ingin memastikan diri lolos dengan syarat memenangi laga pamungkasnya. Mereka diatas angin karena Bajul Ijo memiliki catatan selalu unggul dari Persema sepanjang pertemuan di Surabaya. Bahkan di ajang yang sama, Piala Indonesia edisi 2005 dan 2007, Persebaya selalu menang dengan skor tipis 1-0. Sedangkan di Super Liga musim ini, Andi Odang dkk memaksa Persema kalah 0-1 setelah mendapat hadiah penalty kontroversial wasit, 21 Januari lalu.
Duet Patricio Morales (eks Arema) dan Andi Odang siap mengancam gawang Persema. Di tengah, Persebaya punya tiga gelandang maut, John Tharkpor, Jeon Byuk Euk dan Juan Marcelo Cirelli. Sesuai regulasi, hanya tiga pemain dari lima pemain asing milik Persebaya yang dapat dimainkan nanti. Sedangkan palang pintu Persebaya dipercayakan barisan defender lokal diantaranya Supriyono, Mat Halil dan Nugroho.
‘’Kami akan bermain normal saja lawan Persema. Hasil seri memang sudah cukup membuat lolos, tapi kami ingin memenangi pertandingan itu. Persema tim bagus dengan materi pemain berkualitas. Kami tidak menganggap remeh mereka, sekalipun Persebaya tampil di kandang sendiri,” ujar Rudy Wiliams Ketjles, Pelatih Persebaya, terpisah. (poy/nug)

Klasemen Grup F :
Persebaya 2 1 1 0 4-3 4
Persidafon 2 1 0 1 4-3 3
Persema 2 1 0 1 1-2 3
Persipro 2 0 1 1 1-2 1
Share on Google Plus

About 12paz