
Persebaya Surabaya berada di ujung tanduk.Jika ingin lolos dari jerat degradasi, Bledug Ijo harus melumat Pelita Jaya di Stadion Gelora 10 Nopember sore ini.
Target tiga poin memang tidak boleh lagi meleset. Jika sampai itu terjadi,Persebaya sudah harus bersiap turun kasta musim depan. Sebab,untuk mencapai titik aman,setidaknya Persebaya butuh tambahan 12 poin dari tujuh pertandingan sisa. Artinya,Anang Ma’ruf dkk harus memaksimalkan dua laga sisa di kandang plus tambahan enam poin di lima partai away.
Dengan kondisi kritis seperti ini,ada dua kemungkinan yang bakal terjadi di lapangan nanti,yaitu pemain tampil tegang atau justru terlecut semangat demi menjaga reputasi Persebaya. ’’Semua pemain sudah paham, bahwa kami tak boleh terpeleset lagi.Perjuangan lolos degradasi akan dimulai besok (hari ini).
Semua sudah siap habis-habisan,’’ tutur Rudy Keltjes,Pelatih Persebaya. Untuk itu, suksesor Danurwindo ini bisa jadi bakal memaksa gelandang energik Taufiq tampil, meski belum pulih sepenuhnya dari cedera. ’’Kalau belum fit masih ada pemain lain yang siap,”tambah Rudy. Di lain pihak, pada laga yang rencananya ditayangkan langsung antv mulai pukul 15.30 WIB tersebut, Pelita dipastikan tanpa punggawa timnas Indonesia,M Ridwan.
Namun,Pelatih Pelita Jajang Nurjaman menegaskan akan bermain menyerang sejak menit awal untuk mendapatkan poin. ’’Kami juga butuh poin.Tidak ada yang perlu ditakuti, tapi kami tetap waspada dengan kebangkitan Persebaya,” ujarnya. Saat ini kondisi Pelita lebih terancam turun kasta daripada Persebaya karena berada di peringkat kedua dari bawah.
Namun, Pelita punya keuntungan akan memainkan empat laga home beruntun sebelum akhir kompetisi. ’’Kami masih yakin bisa lolos, apalagi kalau bisa dapat poin dari Persebaya yang menjadi saingan kami di bawah,”tambah Jajang. Sementara itu, misi menyambung nyawa juga jadi milik Persitara Jakarta Utara kala menantang Persik di Stadion Brawijaya, Kediri, malam ini.
Laskar Si Pitung wajib meraup poin melawan Macan Putih jika ingin bertahan musim depan. ’’Kami tahu akan sulit menang di Kediri, tapi semoga kami bisa mencuri poin di sini,’’ ujar Manajer Persitara Hary Ruswanto kemarin. Hary berharap kehadiran Pelatih baru Suimin Diharja dapat memberi motivasi kepada pemain, sekaligus memberikan keberuntungan pada sisa laga akhir musim ini.
Persitara memang sedang dalam posisi sulit.Setelah Persik,mereka pun harus berlaga di ’’kandang macan” yang lain, yaitu Stadion Gelora 10 Nopember, markas Persebaya. ’’Semoga pelatih baru kami bisa membawa keberuntungan. Sebab,dua laga itu pertarungan antidegradasi,’’ kata pria yang akrab disapa Gendhar ini. Sementara itu, Suimin mengaku tidak akan banyak merombak pemainnya.
Pria yang juga pernah melatih Persikabo Bogor itu hanya ingin menata kembali organisasi serangan Persitara.Walau komposisi pemain sama, dia berjanji serangan Persitara akan lebih menggigit saat dipoles olehnya. ”Saya ingin finishing touchpemain depan kami lebih baik dari sebelumnya,” tambahnya.
Setelah melakoni pertandingan versus Persebaya, Rabu (14/4), Persitara akan kembali ke Kediri untuk melakoni pertandingan Piala Indonesia. Persitara berada di Grup D bersama Persik,Persibo Bojonegoro,dan PSBI Blitar. ’’Kami akan berkonsentrasi dulu pada pertandingan DISL karena keadaan kami sedang siaga satu. Kami tidak mau konsentrasi terpecah dulu,”tambah Gendhar. (rachmad tomy/whisnu bagus)
