
Piala Indonesia (PI) menyisakan misteri. Klub selalu gagal mengangkat trofi juara ketiga kali beruntun.Musim ini,potensi munculnya juara baru terbuka sangat lebar.
Sebab, dari empat musim sebelumnya, turnamen itu selalu mengalami siklus dua tahunan. Arema Malang gagal menciptakan hat-trick juara pada 2007. Singo Edan disingkirkan Persekabpas Pasuruan pada babak 32 besar dengan agregat 0-1.Namun,sejarah tetap mencatat mereka sebagai klub pertama yang menjuarai PI pada 2005. Di final, Singo Edan berhasil menaklukkan Persija Jakarta dengan skor 4-3.
Bayang-bayang tersebut sekarang menghampiri Sriwijaya FC (SFC). SFC mengantongi dua status juara PI pada 2008/2009 dan 2007.Gelar pertama diraih setelah menaklukkan Persipura Jayapura melalui adu penalti dengan skor 3-0 (1-1). SFC akhirnya menutup musim tersebut dengan status double winner setelah dilengkapi trofi Ligina. Namun, gelar kedua kali Laskar Wong Kitosedikit beraroma keberuntungan.
Laga final tersebut ditutup walk out Persipura pada posisi tertinggal 0-1. Mengacu pada sejarah,bisa jadi Laskar Wong Kito juga tidak memiliki garansi hat-trick.Pelatih SFC Rahmad ‘RD’ Darmawan mengungkapkan, klub dihadapkan pada dilema,terutama padatnya agenda pertandingan.Setelah bertarung di Grup A PI sampai Selasa (20/4),SFC akan menjamu Victory SC di AFC Cup, Rabu (21/4). Empat hari berikutnya Zah Rahan dkk dijamu Persitara Jakarta Utara di DISL.
Mereka lalu away kontra Selangor FC di AFC Cup,Rabu (28/4). ”Kami ingin mempertahankan status juara dan meraih gelar ketiga beruntun. PI pun bisa jadi tolok ukur kualitas kami.Tapi, SFC bermain di tiga kompetisi. Sistem home tournamentPI juga membuat waktu istirahat pemain superpendek,” ungkapnya kemarin. PI saat ini memang menjadi milik Arema dan SFC sepenuhnya.
Bukan hanya klub, RD juga berpeluang mencatatkan hat-trick pelatih juara.Namun, lagi-lagi terbentur pada rapor sebelumnya. Dua kali membawa Arema menjuarai PI,Pelatih Benny Dollo menelan pil pahit saat memburu hat-trick bersama Persita Tangerang. Pendekar Cisadane tereliminasi di perempat final oleh Pelita Jaya dengan agregat 1-2. ”Siapa pun ingin sukses.
Tapi,saat ini tidak mudah memetakan kekuatan lawan,”tuturnya. Selain potensi hat-trick juara klub dan pelatih,PI juga masih menyisakan tantangan bagi bomber lokal. Status top skor jadi milik amunisi impor. Peta sebenarnya mulai bergeser saat musim keempat PI.Tapi, striker Persibo Bojonegoro Samsul Arif tetap berbagi space dengan amunisi Persijap Jepara Pablo Frances.Mereka samasama mengoleksi delapan gol.
Hal ini mirip dengan nasib bomber lokal di Liga.Mereka empat musim kesulitan menggeser dominasi Cristian Gonzales, meski Boaz Solossa berhasil menempelnya. ”Arema ingin juara dan meraih gelar ketiga meski tidak beruntun. Kami juga ingin raih double winner, meski tetap realistis,” tandas Asisten Pelatih Arema Listiadi. (wahyu argia)
