Tadi malam, Minggu (11/4), manajemen memanggil pemain yang telah menyumbangkan satu gol untuk Ayam Jantan dari Timur ini ke Kafe D' Luna untuk disidang. Shin yang datang bersama rekannya sesama pemain Korsel, Joo Ki Hwan dan Park Jung Hwan disidang oleh Asisten Manajer Bidang Hukum PSM Syahrir Cakkari dan didampingi Direktur Teknik Abdi Tunggal, Asisten Manajer Bidang Umum Faisal Maming, Marketing Communication Noor Korompot dan Juru Bicara Manajemen Nurmal Idrus.
Dalam sidang ini, manajemen menyerahkan surat peringatan pertama dan keddua untuk Shin. Dalam surat tersebut, manajemen mengancam akan memutus kontrak Shin jika mengulangi perbuatan yang tidak profesional dan membuat malu tim itu.
"Manajemen telah mengeluarkan surat peringatan untuk Shin. Dan kalau dia mengulangi lagi perbuatan seperti itu maka kontraknya akan diputus," kata Nurmal Idrus, tadi malam.
Shin dikontrak dengan durasi enam bulan terhitung mulai Januari hingga Juni mendatang. Nilai kontraknya sekitar Rp 350 juta. Pemain yang bernaung dibawah bendera PT Indobola Mandiri milik Eko Subekti selalu agennya ini, bergabung dengan PSM pada awal putaran kedua ini.
Menurut Nurmal, Shin sudah mengakui kesalahannya dan telah meminta maaf. Pengakuan pemain betubuh kurus ini, ia membuka dan membuang bajunya karena dalam kondisi emosi dan berjanji tidak akan mengulanginya. Shin mengatakan masih mau bermain saat itu karena penasaran sulitnya pemain depan PSM menembus pertahanan Bontang FC.
Selain membuka baju dan mencampakkanya ke tanah, Shin juga menolak ke bench untuk bergabung kembali dengan rekan-rekannya dan official tim. Saat meninggalkan lapangan, pemain berusia 27 tahun ini memilih langsung masuk ke ruang ganti dengan bertelanjang dada. Ia juga ogah menyalami Asri Akbar yang mengulurkan tangan kepadanya untuk salaman sebelum masuk menggantikannya di menit 53.(mam)
Kesalahan Pelatih
Sikap Shin ini sangat disayangkan sejumlah suporter. Salah satunya ketua Ikatan Suporter Makassar (ISM) Herry Patty. Namun, kata salah satu dedengkot suporter PSM ini, pelatih dan asisten pelatih juga mesti instropeksi diri. Salah satu caranya, adalah melakukan komunikasi dengan pemain sebelum melakukan penggantian.
Herry juga mengkritik buruknya organisasi pemain dalam pertandingan PSM melawan Bontang FC yang berakhir dengan skor 1-0 untuk PSM. Ini dapat dilihat saat Osvaldo dan Park terkesan saling rebutan ketika akan melakukan tendangan penalti. Begitu juga saat hendak melakukan tendangan bebas.
"Mestinya, sebelum pertandingan pelatih sudah menunjuk siapa yang melakukan tendangan penalti, tendangan bebas atau tendangan sudut supaya saat dilapangan pemain tidak saling berebutan melakukanya. Saya menganggap ini juga karena kesalahan pelatih," katanya.(mam)
Manajemen Psm Ancam Putuskan Kontrak Shin
Insiden buka baju yang dilakukan gelandang PSM Makassar Shin Hyunjoon karena tak terima diganti saat timnya bertanding melawan Bontang FC di Stadion Mattoanging, Sabtu (10/4) malam, membuat pemain asal Korsel ini mendapat teguran keras dari manajemen.
