
Mayona Amtop tampaknya akan bernasib tragis. Lantaran keseringan mabuk, striker bernomor punggung 15 tersebut terancam dipecat dari skuad Pasukan Ramang.
Pemain asal Marauke, Papua tersebut sering mabuk jika lepas dari pengawasan pelatih. ''Hampir setiap hari di Papua dia mabuk. Malah sehari sebelum pulang ke Makassar dia mabuk berat sampai salah masuk kamar,'' aku salah seorang pemain, Kamis, 22 April.
Akibat mabuk, dalam perjalanan menuju Bandara Sentani, Papua, Mayona juga berbuat ulah. Di dalam bus, dia berselisih dengan pelatih kepala PSM, Tumpak Uli Sihite. Itu terjadi gara-gara Mayona kedapatan ingin merokok.
Dia langsung ditegur Tumpak agar tidak merokok di dalam bus, apalagi di hadapan para pemain dan pelatih. Namun karena masih dalam pengaruh alkohol, Mayona tidak menghiraukannya. Dia tetap menyulut rokok di depan Tumpak yang kebetulan duduk bersebelahan di kursi deretan belakang. Merasa jengkel, Tumpak meluapkan amarah dengan menarik rokok Mayona. Insiden kecil di dalam bus ini menjadi tontonan rekan-rekannya.
''Kasus itu sedang kita bahas. Kita memang sedang mempertimbangkan mencoretnya, karena itu akan menjadi preseden buruk bagi tim,'' jelas Asisten Manajer Bidang Teknik PSM, Abdi Tunggal.
Manajemen tinggal menunggu kedatangan Manajer PSM, Hendra Sirajuddin, pulang dari umrah. Keputusan segera diambil didahuli dengan surat peringatan. Selain soal keseringan mabuk, Mayona juga sering berselisih paham dengan rekan-rekannya.
Minta Maaf
Sadar dirinya dalam ancaman pencoretan, Mayona Amtop buru-buru meminta maaf. Mayona saat masih dalam perjalanan menuju Makassar mengatakan, apa yang dilakukan di bus sekadar iseng.
''Saya sudah minta maaf. Saya sadar telah salah. Sebenarnya saya cuma iseng. Saya tidak merokok,'' kata Mayona.
Soal dia dalam kondisi mabuk, Mayona juga menampiknya. ''Ah, saya tidak mabuk. Kalau minum biasa. Tetapi tidak pernah sampai mabuk,'' bantah Mayona. (aci)
