Suporter Indonesia, koalisi kelompok pendukung Singamania (Pendukung Sriwijaya FC), Pasoepati (Persis Solo) dan The Jakmania (Persija Jakarta), melakukan unjuk rasa di seputar Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (25/4). Nurdin Halid lengser keprabon, menjadi tuntutan utama.
Aksi unjuk rasa digelar di depan kantor PSSI, Senayan, Jakarta. Mereka menuntut keras agar Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, beserta jajaran kepengurusannya segera mundur.
Setelah melakukan orasi, beberapa anggota Jakmania menyegel pagar kantor PSSI dengan kertas bertuliskan; ‘Kantor ini disegel pecinta bola tanah air’. Selain itu, mereka juga membuat miniatur kuburan serta melakukan aksi tabur bunga sebagai gambaran matinya sepak bola negeri ini.
Sekretaris Umum Jakmania, Richard Acmad mengatakan, unjuk rasa ini diprakasai beberapa gabungan suporter tim lain. Jadi bukan hanya Jakmania. "Kami sudah melakukan konsolidasi dengan mereka saat Piala Indonesia. Seharusnya teman-teman suporter lain hadir tapi yang datang hanya Singamania dan Pasoepati," katanya, saat ditemui wartawan.
Lebih lanjut, Richard mengungkapkan, "Nurdin Halid turun menjadi tuntutan utama kami. Pokoknya, Nurdin Halid harus segera mundur. Ini suara supporter Indonesia, bukan tuntutan Persija saja. Suporter Indonesia pun, akan memanfaatkan kunjungan Presiden FIFA, Sepp Blatter, ke Indonesia dan mendesak badan otoritas sepak bola tertinggi di dunia itu untuk turun tangan," ujarnya.
Sebelumnya, Jakmania pernah berniat akan melakukan aksi lanjutan ketika akan mendukung tim Macan Kemayoran, di laga kandang kontra Persiba Balikpapan. Pendek kata, hal itu dilakukan pada aksi kali ini. Namun sayang, unjuk rasa ini tak mendapatkan izin dari pihak kepolisian.
Selain itu, Jakmania pernah mengancam bakal mengerahkan massa lebih banyak jika tuntutan yang dilayangkan tak direspon PSSI. Apakah hal itu akan terjadi?
Setelah melakukan orasi, beberapa anggota Jakmania menyegel pagar kantor PSSI dengan kertas bertuliskan; ‘Kantor ini disegel pecinta bola tanah air’. Selain itu, mereka juga membuat miniatur kuburan serta melakukan aksi tabur bunga sebagai gambaran matinya sepak bola negeri ini.
Sekretaris Umum Jakmania, Richard Acmad mengatakan, unjuk rasa ini diprakasai beberapa gabungan suporter tim lain. Jadi bukan hanya Jakmania. "Kami sudah melakukan konsolidasi dengan mereka saat Piala Indonesia. Seharusnya teman-teman suporter lain hadir tapi yang datang hanya Singamania dan Pasoepati," katanya, saat ditemui wartawan.
Lebih lanjut, Richard mengungkapkan, "Nurdin Halid turun menjadi tuntutan utama kami. Pokoknya, Nurdin Halid harus segera mundur. Ini suara supporter Indonesia, bukan tuntutan Persija saja. Suporter Indonesia pun, akan memanfaatkan kunjungan Presiden FIFA, Sepp Blatter, ke Indonesia dan mendesak badan otoritas sepak bola tertinggi di dunia itu untuk turun tangan," ujarnya.
Sebelumnya, Jakmania pernah berniat akan melakukan aksi lanjutan ketika akan mendukung tim Macan Kemayoran, di laga kandang kontra Persiba Balikpapan. Pendek kata, hal itu dilakukan pada aksi kali ini. Namun sayang, unjuk rasa ini tak mendapatkan izin dari pihak kepolisian.
Selain itu, Jakmania pernah mengancam bakal mengerahkan massa lebih banyak jika tuntutan yang dilayangkan tak direspon PSSI. Apakah hal itu akan terjadi?

