
Pt liga indonesia , yang bertindak sebagai administrator kompetisi tanah air merasa prihatin dengan penampilan dua dari tiga klub indonesia di pentas kompetisi level asia.
Dua perwakilan asal tanah Papua , Persipura dan persiwa benar-benar jadi pecundang di penyisihan grup babak 32 besar LCA dan AFC Cup.Juara liga super , persipura menyalahkan jadwal kompetisi domestik yang terlalu padat.
"dengan modal stamina ampas , kami kepayahan melakoni laga LCA , " kata ricardo salampessy , bek mutiara hitam.
Pt LI diharapkan menyusun jadwal yang menguntungkan bagi klub yang tampil di pentas Asia atau bahkan menimbang ulang format kompetisi satu wilayah yang menguras stamina pemain.
"Saya rasa keluhan soal jadwal tidak beralasan.Jadwal yang diatur PT LI sudah relatif memudahkan klub-klub yang tampil di pentas asia.Kalau mau jujur , situasi serupa sebenarnya juga dialami lawan-lawan kita.Mereka juga bermain di LCA maupun AFC Cup di saat kompetisi domestikya bergulir , " ungkap Joko.
Pemekaran wilayah juga tidak mungkin dilakukan karena sudah menjadi ketetapan AFC bahwa kompetisi pro di asia berpatron satu wilayah dan maksimal diikuti 20 klub.
"kita harus mengakui bahwa kualitas klub kita , khususnya yang tampil di LCA , belum bisa mengimbangi lawan-lawan yang berasal dari korsel , Jepang , maupun china ", ujar Joko.
Menurutnya , sudah saatnya klub - klub yang tampil di kompetisi asia lebih serius mempersiapkan tim agar bisa eksis.Dimana setidaknya klub memiliki banyak pemain berkualitas yang sama agar mudah melakukan rotasi saat dihadapkan pada dua kompetisi bersamaan.Ini ditambah memaksimalkan kuota pemain asing 3 + 1 yang berlaku di LCA
