
Kekalahan telak 3-0 atas tuan rumah Arema Indonesia, dalam laga perdana Piala Indonesia 2010, Kamis (15/04/10) di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang itu, dirasakan pelatih Kepala Persijap Jepara, Junaidi sesuatu yang logis.
Menurut lelaki yang akrab disapa Bang Jun tersebut, kekalahan yang diterima anak asuhnya lebih karena permainan tim sendiri jauh dibawa performa. "Tim kami tampil dibawah form. Performa dan mental bertanding anak-anak sangat buruk sore ini. Sehingga, hasil itu adalah wajar. Mengingat, permainan yang ditunjukkan Arema juga sangat bagus dan pantas untuk menang," ungkapnya.
Menurut Bang Jun, pada pertandingan sore ini para pemain terkesan lesu darah. Entah apa yang mendasari akan hal itu, sebagai pelatih, dirinya sudah memompa semangat dan memaksimalkan usahanya untuk mencuri poin. Tapi, karena permainan anak-anak memang jauh dibawah performa biasanya, membuat mereka kerap kehilangan bola dan terkesan bermain individu tanpa memperhatikan posisi kawan.
Ia juga menjelaskan, tidak bisa dimainkannya beberapa pemain pilar miliknya, dirasa juga sangat berpengaruh. Namun, karena kualitas para pemain sore hari ini tidak ada kolektifitas bermain yang sama, membuat usaha mereka mengejar ketertinggalan menjadi sangat sulit.
"Dengan bermain individu, jelas akan merusak kekompakan tim. Inilah yang mungkin kita akan benahi kedepan. Pasalnya, tanpa kolektifitas dan komunikasi antar pemain, niscaya sepakbola tidak akan menjadi hidup," paparnya.
Ditambahkan lelaki yang kerap mengumbar senyum ramahnya itu, stamina para pemainnya menjadi drop kala gol yang dicetak Roman Chamelo. Meski dirinya sudah memerintahkan para pemain untuk mengawasi pergerakan kreator serangan Arema tersebut, anak asuhnya kalah mental karena secara kolektif, permainan Arema lebih padu.
"Kami kalah dengan permainan dan kualitas tim yang bagus. Apapun bentuknya, sepakbola adalah kerja tim. Jika para pemain sudah bermain individu, jelas hal itu akan sangat sulit menuai kemenangan," katanya.
Banyaknya para pemain yang tampil individu, Junaidi menilai hal itu akan sangat sulit membuat lawan takluk. Ia mencontohkan Pablo Frances yang punya gaya bermain bagus, tetap saja aksi-aksi brilian dari hasil individunya, tak bisa berbuah gol karena selalu kehilangan bola akibat tidak ada komunikasi dengan pemain lainnya. Pelatih yang kerap memakai topi saat berada dilapangan hijau itu bahkan mengatakan jika Pablo, bukanlah pemain yang menonjol.
"Saya kira Pablo biasa saja. Individunya sangat terlihat sehingga dia harus kehilangan banyak bola," terang Bang Jun sambil mengurai senyum. [yog/kun]
