Share |

Botol BIR Sambut Robert Albert Di Jayapura


Arema Indonesia Football Club (AIFC) benar-benar mendapatkan pelajaran berharga di Jayapura, kemarin sore. Skuad Singo Edan tak hanya kalah telak, tapi juga mendapat perlakuan tak simpati dari suporter tuan rumah.
Dari sisi pertandingan, tim asuhan Robert Rene Alberts, kalah 1-4 (1-1) dari Persipura. Itu adalah kekalahan terbesar selama kiprah Meneer Robert memoles Arema.
Dengan kekalahan tersebut, selisih poin Arema dan Persipura kian menipis. Hanya berjarak empat poin. Arema tetap dipuncak dengan 60 poin. Sedang sisa pertandingan sama-sama lima kali.
Sedang di bagian lain, ulah suporter tuan rumah tak bisa dibenarkan. Betapa tidak, skuad Arema mendapat perilaku yang tak mengenakkan dan menjurus kekerasan.
Perilaku suporter Persipura memang teramat mengganggu, bahkan membahayakan keselamatan skuad Singo Edan. Meneer menjadi korban suporter lawan. Robert mendapat lemparan botol bir dari penonton yang tak lain pemain Persipura. ‘’We did not deserve to win,’’ aku Robert.
Namun hal itu ada alasannya, kata Robert, wasit yang memimpin pertandingan sangat terintimidasi dan banyak memberi keuntungan kepada Persipura.
Dia sempat memprotes wasit dan Pengawas Pertandingan, namun hasilnya nihil. Meski ada lemparan botol ke arah Robert, namun ternyata PP dalam laporannya menulis penonton sportif.
‘’One beer bottle just passed my head and commissioner writes in report supporters sportif (satu botol bir dilempar diatas kepalaku, tapi PP menulis dalam laporannya suporter sportif),’’ keluh Robert.
Lemparan itu menurut Robert merupakan hasil dari hasutan Match official kepada para penonton. Akibat aksi kekerasan itu, tim Arema benar-benar dirugikan dan harus kehilangan poin. Robert tidak mengeluhkan tim Persipura saja, namun juga sikap arogan dari supporter lainnya.
‘’Ya saya belajar tentang sepakbola kita, saya selalu menerima kekalahan tetapi harus adil khan. Let more problems come..,” tandas Robert.
Bukan itu saja, sepanjang perjalanan pulang, bus Arema juga mendapat serangan. Kaca-kaca pecah dan ada pemain yang terluka. Termasuk disertai tindakan kriminal, yakni perlengkapan tim dicuri orang tak bertanggungjawab.
‘’We had no police protection after the match. Our buss was terroised and players injured, broken windows. And luggage compartments broken up and balls stolen,’’ sebut Robert.
Kekalahan Arema itu sendiri, ditentukan lewat Boaz Salossa dua gol (17', 84'), Ortizan Salossa (52') dan Stevie Bonsapia (75'). Sedangkan gol balasan Arema yang sempat membuat kedudukan imbang 1-1 pada babak pertama dicetak Pierre Njanka (18').
Secara keseluruhan pada pertandingan kemarin, Arema sebenarnya mampu memberi perlawanan sengit. Setidaknya pada 45 menit babak pertama, Arema mampu mengimbangi permainan tuan rumah yang tampak bermain hati-hati.
Saat pertandingan baru berjalan dua menit, Arema sudah mengejutkan barisan belakang Persipura lewat serangan Ridhuan. Sayang tendangan gelandang sayap Arema asal Singapura itu masih tepat dalam dekapan kiper Persipura, Jendry Pitoy.
Usai 10 menit pertama berlalu, pemain Persipura mulai menemukan bentuk permainannya. Lewat sebuah serangan balik di rusuk kanan pertahanan Arema, Boaz dengan aksi individunya berhasil memperdaya kipper Arema, Kurnia Meiga.
Lewat sebuah tendangan kaki kiri dari sudut sempit, bola gagal diamankan Meiga yang tampak terkejut dengan aksi Boaz tersebut, 1-0. Namun berselang satu menit, tepatnya menit 18, giliran Njanka memperdaya Jendry Pitoy.
Tendangan voly kaki kanan kapten tim Arema dari tengah lapangan ini tak bisa diamankan Pitoy. Bola menghujaman deras di sebelah kanan gawang Persipura, sekaligus menyamakan kedudukan menjadi imbang 1-1.
Berikutnya pada menit 22, peluang bagus dimiliki Fakhrudin memanfaatkan kelengahan lini belakang Persipura. Sayang, tendangan gelandang sayap kiri Arema ini masih melenceng diatas mistar gawang Persipura.
Persipura pun tak mau kalah, dengan terus menekan pertahanan Arema. Namun hingga babak pertama usai, Ivak Dalam dkk masih belum mampu menembus pertahanan Arema untuk menambah gol mereka.
Memasuki babak kedua, Persipura yang memasukkan Stevie Bonsapia menggantikan Tang Tian lebih meningkatkan tempo permainan. Sedangkan Arema masih tetap bermain aman, dan hanya sesekali melakukan serangan balik.
Menit 47, peluang bagus dimiliki striker Persipura asal Brazil, Alberto Gonzalves namun masih bisa dipatahkan Meiga. Tapi tidak pada menit 52, Ortizan Salossa yang menyambut umpan silang dari Boaz akhirnya merobek jala gawang Arema.
Boaz dengan pergerakannya yang lincah menusuk dari rusuk kiri pertahanan Arema dan mengirim umpan matang pada Ortisan. Sempat terjadi kemelut, sebelum akhirnya Ortisan dengan tanpa kontrol menyelesaikan peluangnya, 2-1.
Pemain-pemain Persipura tambah bersemangat untuk terus menekan tim Arema. Menit 53, Ivakdalam ditarik keluar dan digantikan tenaga baru, Yustinus Pae. Termasuk Alberto Gonzalves yang cedera ditarik keluar dan digantikan Gerald Pangkali menit 57.
Tekanan untuk tim Arema pun semakin kuat dari semua lini. Namun Arema masih berusaha bangkit untuk mengejar ketertinggalan gol. Dan melalui sebuah serangan balik, peluang bagus di miliki Roman menit 69.
Berikutnya menit 75, ganti Persipura kembali menyerang dari rusuk kiri pertahanan Arema. Aksi Stevie tak terbendung barisan pertahanan Arema, sehingga melalui tendangan keras kaki kanannya memperbesar kemenangan Persipura. 3-1.
Unggul tiga gol tak mengurangi serangan Persipura. Bahkan Boaz dengan aksi individunya, kembali dari rusuk kiri pertahanan Arema menambah koleksi golnya. Tendangan keras mantan striker Timnas ini tak bisa diamankan Meiga, 4-1.
Beberapa upaya menambah daya gedor Arema dilakukan pelatih Robert Albert. Diantarnya memasukkan Rahmad Afandi menggantikan Fakhrudin dan Roni menggantikan Roman, namun tak membuahkan hasil.
Kedudukan tetap 4-1 hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan ditiup wasit asal Bandung, Aeng Suarlan. Atas kekalahan ini, posisi Arema di puncak klasemen mulai diusik Persipura yang kini memperpendek jarak dengan selesih empat poin.
“Harus diakui, sore ini Persipura bermain lebih bagus dari Arema, karena secara individu mereka memang lebih bagus. Tapi kita tidak perlu khawatir karena sekarang masih beda 4 poin, itu masih bagus, dan Arema masih tetap berpeluang untuk raih juara,” yakin Robert Albert usai pertandingan. (bua/ary/avi)
Share on Google Plus

About 12paz