
Posisi Subangkit sebagai sang nahkoda skuad Persema setidaknya kini masih tetap aman. Hal ini menyusul kemenangan 3-1 Persema atas tamunya, Persijap Jepara di Stadion Gajayana, sore kemarin. Mantan pelatih Persekabpas Kab Pasuruan ini tidak sampai tertendang dari jabatannya tersebut.
‘’Sekali lagi, soal hal itu (pemecatan, Red) sudah menjadi resiko saya sebagai pelatih. Jika sore ini hasilnya lain atau mengecewakan, saya siap menerima apapun keputusan dari manajemen,” ujar Subangkit, usai laga.
Nasib baik sepertinya memang masih berpayung pada diri pelatih asal Pandaan ini. Subangkit sukses mengantarkan timnya meraih kemenangan pertama setelah empat kali menuai kekalahan beruntun di lanjutan Super Liga. Catatan buruk itu sebelumnya dicatat Bima Sakti dkk masing-masing dua laga home dan dua laga kandang. Raihan tiga angka ini mengantarkan tim naik dua strip ke posisi tujuh klasemen sementara dengan koleksi 37 poin.
Di laga sore kemarin, pasukan Subangkit bermain lebih tenang dan mampu menggalang organisasi permainan cukup baik. Meski pemain masih sering kali membuang peluang cetak gol ketika sudah berada di depan jala gawang Persijap. Finishing touch yang lemah menjadi momok penyulut kegagalan.
Persema baru bisa mencetak gol saat memasuki babak kedua. Diawali gol tendangan keras Siswanto di menit 52 memaksimalkan kemelut di muka gawang Persijap. Tim menggandakan keunggulan melalui striker muda lokalnya, Jaya Teguh Angga menit 76. Persijap sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 melalui tendangan datar Pablo Frances menit 88.
Gol striker Argentina itu terjadi setelah barisan belakang Persema tidak sigap dalam mengantisipasi bola kemelut sehingga bola mampu diserobot lawan. Namun, Persema memastikan kemenangan 3-1 usai pemain pengganti, Brima Pepito di menit 89. Striker asal Sierra Leone ini masuk menggantikan Jairon Feliciano di menit 62.
‘’Kunci kemenangan ini adalah pemain dapat menyusun organisasi dengan baik. Tapi, kami masih harus terus tingkatkan permainan, utamanya finishing touch lemah dan kesigapan saat mengantisipasi permainan lawan,” pungkas Subangkit. (poy/nug)
