Share |

Persitara Salahkan Hujan dan Wasit


Usai dilibas Singo Edan 2-0 tanpa balas dalam laga lanjutan Indonesia Super League, Selasa (30/03/10) di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, membuat para punggawa Laskar Si Pitung Persitara Jakarta Utara pun tertunduk lesu.

Namun, karena pertandingan sore ini dihadiri langsung oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, mereka pun terlihat tegar dan tetap menjunjung tinggi semangat fair play.

Usai bubar pertandingan, kedua kesebelasan pun kembali berkumpul dilapangan tengah. Setelah saling bersalaman, mereka pun mengucapkan salam hormat pada SBY dan ribuan Aremania yang memadati Stadion Kanjuruhan meski dibawah guyuran hujan lebat.

Hanya saja, menurut Manajer Tim Persitara Jakarta Utara Hary Ruswanto mengatakan, jika timnya kalah karena ada tiga faktor. “Jujur kami kalah karena ada tiga faktor. Pertama kami kalah karena lapangan sangat licin akibat hujan. Kedua, keputusan wasit yang banyak memberikan kartu pada pemain, membuat mental bermain langsung kendor. Dan ketiga, kami kalah karena faktor semangat para pemain Arema, lebih bagus dan tinggi dari pada pemain kami,” ungkap Hari, saat ditemui dalam sesi konfrensi pers diruang media, Selasa (30/03/10).

Dijelaskan Hary, banyaknya pemain inti Persitara yang terkena kartu kuning, membuat permainan jadi kurang menarik. Akibatnya, konsentrasi pemain pun buyar. Ditambah lebatnya guyuran hujan, membuat lapangan sangat licin.

Sehingga, intruksi asisten pelatih tidak bisa dimainkan. Mengingat, kontrol bola juga selalu lepas dan tidak bisa membuat permainan Prince Kabir Bello CS berkembang.

“Lapangan sangat licin. Sehingga, hal itu sangat menyulitkan anak-anak dan mendesain alur serangan,” papar Hary.

Ia juga menambahkan, selain faktor wasit dan hujan, faktor yang membuat timnya kalah adalah karena semangat bertanding Arema saat ini sangat luar biasa.

Didukung ribuan Aremania dan juga disaksikan langsung oleh Presiden SBY, membuat semangat bertanding Arema jadi berlipat. Sehingga, kalau tim sudah punya semangat sebesar itu, mustahil bisa dikalahkan.

“Arema punya semangat dan mental bertanding sangat bagus petang ini. Mereka pantas menang. Apalagi, dari segi permaianan juga terlihat sangat enjoi. Ditambah kedatangan langsung SBY untuk menyaksikan mereka bertanding, membuat motivasi mereka bangkit,” ucap lelaki bertubuh tambun itu.

Dengan poin kosong itu, praktis saat ini Laskar Si Pitung butuh perjuangan ekstra keras untuk menatap 8 laga yang tersisa.

Selain harus menyelamatkan beberapa pertandingan dan mencuri kemenangan, perjuangan keras anak-anak Ibu Kota itu terpaksa dilakukan jika tidak ingin turun kasta alias degradasi pada musim depan.[yog/ted]

Share on Google Plus

About 12paz