
Markas Sriwijaya FC (SFC), Mess Pertiwi Sekip Palembang, Sumatra Selatan, diperkirakan sudah dapat digunakan pada awal Januari 2010. Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku manajemen SFC, Augie Bunjamin di Palembang, Selasa mengatakan, Mess Pertiwi dijadwalkan menyelesaikan proses renovasi pada 20 Desember 2009.
"Informasi yang kami terima, mess sudah hampir selesai perbaikannya. Artinya, pada awal Januari nanti sudah bisa digunakan," kata Augie.
Selama proses perbaikan, pemain dan ofisial SFC berpindah markas sementara waktu ke Hotel Swarna Dwipa Palembang sejak 22 Oktober 2009. "Kurang lebih dua bulan Mess Pertiwi direnovasi. Sehingga para pemain kita diungsikan sementara ke Hotel Swarna Dwipa, untuk menjaga kenyamanan," kata dia.
Dia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Sumsel menganggarkan dana kurang lebih Rp1 miliar untuk perbaikan sejumlah fasilitas di Mess Pertiwi, seperti atap, dinding, dan plafon. "Kondisi Mess Pertiwi memang cukup memprihatinkan dan sejak lama kami telah mengeluhkan hal ini. Kami bersyukur akhirnya pemain dapat bertempat tinggal dengan nyaman pada saatnya nanti," kata dia.
Mess Pertiwi adalah markas skuad Laskar Wong Kito sejak pertama kali menginjakkan kaki di kompetisi Liga Super Indonesia di tahun 2005. Sejak itu, belum sekalipun mess ini direnovasi oleh Pemerintah Provinsi Sumsel.
Dia menambahkan, manajemen SFC sengaja memilih Hotel Swarna Dwipa sebagai markas sementara waktu, karena letaknya strategis, fasilitas yang setara dengan hotel berbintang, serta memberikan jaminan keamanan.
"Hotel ini adalah milik Pemda Sumsel, jadi lebih baik kita pilih dibandingkan hotel lain karena sumber dana SFC juga berasal dari pemerintah daerah," kata dia.
Dia menyebutkan, pemain SFC yang tinggal di hotel selama masa perbaikan itu, yakni Mustafa Aji, Andi Irawan, Andritany, Bobby Satria, AA Ngurah Wahyu Trisnajaya, Arif Suyono, Hendro Kartiko, Amirul Mukminin, Isnan Ali, Oktavianus, Slamet Riyadi, Rahmat Rivai, Anoure Obiora Richard, dan Precious Emuerejaye.
Sementara, Alamsyah Nasution, Charis Yulianto, Ferry Rotinsulu, Ponaryo Astaman, Charis Yulianto, Keith Kayamba Gumbs, Zah Rahan Krangar, Cristian Worabay, dan M Nasuha lebih memilih tinggal di rumah kontrakan. (ant/den)
