
Sudah 16 gol gawang PSM kebobolan. Melawan Persik Kediri sore nanti di Stadion Brawijaya, Kediri, Pasukan Ramang tak ingin kecolongan lagi. Dua sosok paling diwaspadai asritek PSM, Hanafing, adalah adalah Patricio Morales dan Saktiawan Sinaga.
Menurut Hanafing, kedua pemain ini menjadi inspirator serangan-serangan Persik. "Dua itu saja yang perlu diwaspadai lini belakang kita. Mereka memiliki kecepatan dan berani berduel," jelas Hanafing, Selasa, 15 Desember.
Guna mengantisipasi prahara tendangan bebas kembali terulang, Hanafing melatih khusus anak asuhnya saat beruji coba di Stadion Brawijaya Kediri, kemarin sore. Mantan bintang Niac Mitra Surabaya itu memberi latihan khusus menghalau bola-bola mati baik dari sudut kanan dan kiri lapangan.
"Kita asah konsentrasi mereka. Lawan tentu punya cara berbeda mengeksekusi bola mati dan itu perlu diantisipasi sejak awal," terang Hanafing.
Pemain PSM yang ditugaskan khusus menjaga pergerakan dua striker ini adalah Asri Akbar. Sama seperti saat di laga terakhir, Asri mendapat tugas tambahan.
Selain sebagai gelandang yang membantu serangan, dia berfungsi juga sebagai breaker.
Kali ini tugas itu kembali diingatkan. Maklum saat melawan Persebaya, peran Asri sebagai breaker kurang maksimal. "Jarak dia dengan lawan sering terlalu jauh. Begitu pula saat menguasai bola. Asri jauh dari Syamsul atau pemain lain. Ini yang sedang kita benahi," kata Abdi Tunggal.
Sementara itu PELATIH Persik Kediri, Gusnul Yakin, bisa meneruskan tren positif anak asuhnya memenang duel di kandang. Melawan PSM Rabu 16 Desember sore ini, mereka yakin membukukan poin penuh. Syaratnya?
"Kalau anak-anak bermain seperti Persebaya, pressure ketat sepanjang pertandingan mereka tak bisa berkembang. PSM dihuni anak-anak muda, sehingga presssure bisa membuat mereka kesulitan," komentar Gusnul Yakin, saat ditemui wartawan di Stadion Brawijaya.
Persik sudah membuktikan bisa menundukkan lawan materi lebih komplet, seperti Persiba Balikpapan. Semangat itulah yang terus dijaga agar poin mudah diraih.
"Penyakit anak-anak kalau lawan dalam tekanan lemah, mereka juga bisa ikut lemah. Ini yang terus kami perbaiki," ungkapnya.
Mantan pelatih Arema Malang ini mengaku, sejujurnya tak begitu tahu kekuatan PSM saat ini. Dominasi pemain muda di tubuh PSM diakui Gusnul bisa saja menjadi kejutan. "Anak muda punya stamina dan semangat. Kalau itu berhasil dipatahkan maka menjadi modal Persik," ucapnya. (aci)
