Share |

PSM Tuding PT LI Tidak Adil


Panpel PSM ngotot menolak laga usiran digelar di Stadion Brawijaya Kediri. Alasannya, mereka telah menunjuk Stadion La Patau Bone sebagai home base karena dinilai memenuhi syarat untuk pertandingan.

Sekretaris panpel PSM, Japri Y Timbo mengatakan, syarat bahwa pertandingan usiran minimal bisa digelar di tempat dengan jarak 100 km dari kandang semula, sudah dipenuhi jika digelar di Bone. Namun PT Liga Indonesia (LI) tetap menolak. Alasannya, stadion tersebut tidak ditempati menggelar pertandingan Indonesia Super League (ISL).

"PT LI tidak adil dengan menerapkan standar ganda. Mereka sepertinya tidak punya niat baik untuk mengakomodasi keinginan klub. Padahal, kami sudah berusahal meyakinkan dengan mengirimkan gambar fasilitas stadion pada 13 Desember lalu. Harusnya mereka merespons dengan melakukan peninjauan," jelas Japri kepada Fajar, Kamis, 17 Desember .

PSM ngotot menjadikan Stadion La Patau Bone sebagai tempat partai usiran karena stadion ini pernah dipakai Timnas Indonesia menggelar uji coba melawan PSM tiga tahun lalu. Saat itu bertepatan dengan pembukaan Porda XIII 2006. Kondisi stadion kebangaan warga Bone ini jauh lebih baik dibanding Stadion Pendidikan Wamena.

"Kalau begitu syaratnya kami pilih di Wamena saja. Tapi apakah di sana lebih memenuhi spesifikasi dibanding di Bone. Mulai dari akses transportasi dan fasilitas penginapan. Kami anggap PT LI tidak adil," ungkap Japri.

CEO PT LI Joko Driyono yang coba dikonfirmasi tak bisa memberi komentar. Ponsel yang sering digunakan tak diangkat.

Terkait dengan tudingan ini, manajemen PSM berusaha lebih lunak. Manajer Hendra Sirajuddin mengungkapkan, pihaknya sangat berharap jadwal pertandingan ditunda. Dengan penundaan jadwal bisa lebih menguntungkan semua pihak.

Soal kepulangan lebih cepat dari Kediri, Hendra mengaku karena pihaknya menuntut keadilan dari PT LI. Alasannya, Persiba Balikpapan mendapat keringanan satu partai usiran, mestinya PSM pun bisa mendapat perlakuan yang sama.

"Kalau sanksinya terlalu berat itu bukan membina, tapi mematikan kiprah PSM di pentas nasional secara perlahan," jawabnya. (aci)
Share on Google Plus

About 12paz