
Tak ada tim tamu bisa menegakkan kepala ketika meninggalkan Stadion Pendidikan, Wamena. Setiap tim tamu dibuat tertunduk lesu akibat kekalahan yang diderita.
Kekalahan itu, konon disebutkan akibat cuaca yang tidak bersahabat serta faktor non teknis lainnya. Kubu tuan rumah tak mau peduli menanggapi suara-suara miring tersebut.
Pasalnya, kemenangan yang diraih Tim Badai Pengunungan didapat sesuai aturan yang berlaku. Mungkin karena sudah merasa kalah sebelum pertandingan, tak sedikit tim yang datang membawa pemain seadanya.
Seperti yang dilakoni Sriwijaya FC dan Persija Jakarta. Tim Macan Kemayoran datang ke Stadion Pendidikan hanya membawa 16 pemain. Bukan cuma itu, Persija tak membawa duo bintangnya, yaitu Bambang Pamungkas dan Aliyudin.
"Ya, betul, kami hanya membawa 16 pemain. Bambang dan Aliyudin tidak terdapat di dalamnya," terang Direktur Teknik Persija, Benny Dollo kepada GOSport.
Alasan kubu Persija tidak menyertakan Bambang dan Aliyudin karena keduanya kecapekan. Tapi, rumornya keduanya tidak dibawa agar bisa fokus untuk menghancurkan Persipura Jayapura pada laga berikutnya.
Menurut sumber GOSport, Bambang dan Aliyudin akan langsung terbang ke Makassar dan kemudian bergabung dengan rekannya, yang datang belakangan. Jika demikian, apakah Persija tak berambisi meraih nilai sempurna dari tuan rumah di Stadion Pendidikan, Minggu 13 Desember 2009?
"Bukan begitu. Setiap tim ingin jadi pemenang. Tapi, juga harus realistis. Sangat sulit tim tamu menang di Wamena karena banyak faktor, seperti cuaca. Di Wamena terjadi kelembaban udara karena terletak di dataran tinggi. Untuk menolong pernapasan pemain, setiap tamu membawa air dengan kadar oksisen. Jadi, bukan air mineral biasa seperti pada pertandingan lazimnya," ujar Benny.
Ia juga tidak membantah jika pihaknya lebih fokus menghadapi Persipura. "Kami punya keinginan untuk mematahkan rekor tak terkalahkan Persiwa, tapi jika bisa dapat poin satu saja bagi saya sudah bagus," katanya.
Tak Peduli
Menanggapi nada minor tersebut, Pelatih Persiwa, Zaenal Abidin tak mau ambil pusing. "Kami tak peduli kata orang tentang kemenangan Persiwa di Wamena. Terpenting pertandingan itu dipimpin wasit yang ditugaskan PSSI, juga diutus seorang inspektur pertandingan yang melaporkan segala kejadian ke PSSI," aku Zaenal.
Soal cuaca di Wamena, kata Zaenal, itu menjadi salah satu keuntungan Pieter Romaropen dan kawan-kawan. Kalau kepemimpinan wasit yang dituding cenderang memihak tuan rumah, Zaenal tak mau komentar. Ia justru bertanya balik, apakah wasit bertindak fair pada pertandingan lainnya.
Soal taktik dan strategi, Zaenal menyebutkan, pihaknya akan mengajak Persija bermain cepat. Kecepatan yang menjadi kelebihan anak-anak Wamena akan benar-benar dimanfaatkan guna meraih nilai sempurna.
Di mata Zaenal, Persija bagus dari segi teknik, tapi tidak dalam stamina. Stamina Ismed Sofyan cs seringkali kedodoran. Erick Weeks, pengoleksi tujuh gol serta bomber pintar Boakay Edy Foday tetap akan menjadi andalan untuk membobol gawang Persija.
PRAKIRAAN FORMASI
PERSIWA (4-4-2): 25-Timotius Mote; 3-Joko Kuspito, 16-Johanes Kabagimu, 14-Yesaya Desnam, 15-Isak Konon; 11-Habel Satia, 23-Imanuel Padwa, 50-Erik Weeks, 17-Vendry Mofu, 10-Pieter Romaropen; 24-Foday Boakay, 9-Zisva Maco
Pelatih: Zaenal Abidin
PERSIJA (4-5-1): 31-Yasir; 4-Abanda, 14-Ismed, 23-Leo, 6-Baihaki; 81-Ilham, 9-Fachrudin, 5-Rully, 8-Salim, 27-Caceres; 9-Mushafry
Pelatih: Maman Suryaman
Laporan: Daniel Siahaan/GOSport
• VIVAnews
