
Tim Persiba Balikpapan berhasil mengawali Kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 dengan catatan yang menggembirakan. Berkat kemenangannya atas tim-tim besar tanah air, Persiba tidak hanya sekadar menerima sanjungan namun lebih dari itu Persiba pun makin diwaspadai sebagai salah satu tim besar musim ini yang bakal meramaikan persaingan papan atas klasemen.
Namun tampaknya, apresiasi tersebut sedikit tercoreng ketika tim berjuluk Beruang Madu ini harus menelan kekalahan perdananya di kandang oleh tim pesakitan penghuni dasar klasemen Persitara Jakarta. Publik pecinta Persiba pun bertanya-tanya, diluar konteks kepemimpinan wasit Jajat Sudrajat yang dianggap tidak adil, mengapa Persiba pada laga tersebut tampil jauh dari performa sebenarnya.
Bukankah selama ini Daniel Roekito penasehat tekhnis Persiba kerap menyuarakan anak asuhnya terus mengalami kamajuan dan bahkan dirinya telah mengantongi sekira 16 nama pemain yang layak masuk sebagai the winning team Persiba. Tampaknya hal tersebut bertolak belakang, ketika Laskar Si Pitung-julukan Persitara- mempecundanginya dihadapan pebuliknya sendiri. Pil pahit yang harus ditelan Mijo Dadic dan kawan-kawan ini tampaknya langsung direspon oleh sebagian besar pecinta Persiba, salah satunya adalah Maulidin M Noor ketua Persiba Fans Club. “Persiba tidak tampil dengan ciri khas permainan mereka yang sebenarnya, penampilan mereka jauh dibawah yang kami harapkan. Itulah salah satu faktor mengapa Persiba harus kalah dari tim Persitara, karena itu kami meminta kepada Daniel untuk mengembalikan Persiba kepada formasi awal mereka,” ujar Maulid mewakili rekan-rekannya. Kekuatan Persiba sebenarnya terletak pada team work dengan para pemain muda yang selalu bekerja keras dan pantang menyerah. Mengawali musim ini diterangkan Maulid, formasi Persiba sudah sangat menjanjikan, agresifitas dari kombinasi pemain muda dan seniornya berjalan dengan baik dan itu menjadi senjata ampuh mereka ketika meredam permainan tim-tim besar seperti Persib Bandung, Sriwijaya FC, Persija Jakarta dan bahkan bagaimana panetrasi bintang-bintang Persiba mampu meredam kolektivitas permainan Persipura. “Saat melawan Persitara, formasi yang selama ini kerap ditampilkan Persiba ternyata berbeda ketika tim ini menjamu Persitara. Panetrasi dan agresifitas pemain yang selama ini kerap menjadi ancaman pertahanan lawan tidak tampak. Inilah mengapa kami tidak melihat sentuhan permainan bola-bola cepat dari kaki ke kaki yang menjadi ciri Persiba,” terang Maulid. Berubahnya formasi permainan Persiba pada laga tersebut, juga diakui oleh Mijo Dadic kapten Persiba. Dengan gaya permainan yang diterapkan Daniel ketika menjamu Persitara membuat barisan depan Persiba mandul. “Saya sangat tahu bagaimana karakter bermain Julio lopez dan juga Robertino, mereka orang latin yang selalu mengandalkan bola-bola cepat dari kaki ke kaki. Tapi itu tidak ada saat melawan Persitara hanya bola-bola atas saja, J-Lo tanya kepada saya mengapa permainan seperti ini,” tegas pemain jangkung asal Kroasia tersebut. Mijo berharap permainan cepat dengan sentuhan permainan yang menjadi ciri khas Persiba dapat kembai tersaji ketika timnya menjamu Pelita Jaya Rabu (9/12) nanti. “Apalagi absennya Eddy Gunawan di sayap kiri menjadi titik lemah Perisba. Kami mohon kembalikan gaya permainan Persiba kepada formasi awal yang selama ini mampu mengantarkan permainan apik dan kemenangan Persiba,” sambungnya. Disebutkan Maulid, pemain seperti Ferry Ariawan, Hendro Siswanto dan Eddy Gunawan tetapmengisi lines up tim Persiba. “Khusus Gendut Dony dan Park Jung Hwan cukup sebagai pemain engganti saja mengingat usia dan gaya permainan mereka yang harus menjadi pertimbangan,” ujarnya. Kedepannya, Daniel diharapkan mampu mengembalikan gaya permainan yang sudah menjadi trade mark Persiba selama ini. “Keputusan yang terbaik adalah melepas ego yang ada,” tutup Maulid mengakhiri. Persiba kembali akan melakoni laga kandangnya menghadapi Pelita Jaya Kerawang pada Rabu (9/12) besok. Mungkinkah tim kebanggaan masyarakat Balikpapan ini mampu bangkit dari kekalahan sebelumnya.(san)
