SUASANA penuh gengsi juga hadir dari pinggir lapangan. Dipastikan dua warna dominan hijau dan orange, akan bertarung dari sisi di balik pagar pembatas lapangan Stadion Mulawarman. Selain menyajikan pertarungan di lapangan hijau, suporter dua tim juga akan unjuk kebolehan dan ketahanan memberikan dukungan.
Bontangmania yang sudah mampu menghijaukan Stadion Mulawarman akan bersanding dengan Pusamania yang tidak akan menanggalkan seragam orange. Kedua kelompok suporter ini sudah mengikrarkan hidup-mati bagi klub tercinta. Dan demi laga sarat gengsi keduanya pun siap unjuk kratifitas gerak dan nyanyian.
Tommy Ermanto, ketua Pusamania mengaku sudah menyiapkan tiga bus dan 2 mobil bagi anggotanya. Jumlah yang sementara masuk di laporannya baru ratusan orang. Namun jumlah it uterus bertambah hingga berita ini diketik. “Ini masih pendataan terus. Kami memang memfasilitasi teman-teman yang mau ke Bontang. Sementara baru 3 bus dan 2 mobil,” ucapnya.
Tapi selain menggunakan armada yang disiapkan pengurus Pusamania, ribuan pendukung Elang Borneo lainnya diyakininya akan mampu mengimbangi suporter tuan rumah. Jarak tempuh Samarinda-Bontang yang hanya berdurasi 2 jam, akan memudahkan mobilisasi massa dalam jumlah besar. “Saya perkirakan minimal 2 ribu pendukung Persisam ke Bontang,” ujarnya.
Demi kelancaran pertandingan dan menjaga kondusifitas, Tommy mengharapkan pendukung dari Samarinda bisa bersikap sopan dan menjaga ketertiban. Apapun hasil pertandingan, ia tidak menginginkan adanya ekses negatif dan menimbulkan permusuhan. “Kami merasa terhormat karena tetap disambut di Bontang. Kami juga akan menjaga kepercayaan teman-teman Bontangmania dengan tindakan positif,” ucapnya.
Sementara dari Bontangmania sambutan bagi saudara muda sudah disiapkan. Riezal Al-Qeren, pentolan Bontangmania mengaku sudah menyiapkan lokasi yang memang dikhususkan bagi suporter tamu. “Kami menyambut dengan tangan terbuka. Mereka juga sama seperti kami, ingin mendukung tim kesayangan bertanding. Kami harap tidak ada hal-hal yang merusak persaudaraan sesama supporter,” ujarnya. “Laga di lapangan hanya berlangsung 90 menit, dan persaudaraan kami tidak akan hancur hanya karena hasil akhir di lapangan,” imbuhnya. (*/obi)
Bontangmania yang sudah mampu menghijaukan Stadion Mulawarman akan bersanding dengan Pusamania yang tidak akan menanggalkan seragam orange. Kedua kelompok suporter ini sudah mengikrarkan hidup-mati bagi klub tercinta. Dan demi laga sarat gengsi keduanya pun siap unjuk kratifitas gerak dan nyanyian.
Tommy Ermanto, ketua Pusamania mengaku sudah menyiapkan tiga bus dan 2 mobil bagi anggotanya. Jumlah yang sementara masuk di laporannya baru ratusan orang. Namun jumlah it uterus bertambah hingga berita ini diketik. “Ini masih pendataan terus. Kami memang memfasilitasi teman-teman yang mau ke Bontang. Sementara baru 3 bus dan 2 mobil,” ucapnya.
Tapi selain menggunakan armada yang disiapkan pengurus Pusamania, ribuan pendukung Elang Borneo lainnya diyakininya akan mampu mengimbangi suporter tuan rumah. Jarak tempuh Samarinda-Bontang yang hanya berdurasi 2 jam, akan memudahkan mobilisasi massa dalam jumlah besar. “Saya perkirakan minimal 2 ribu pendukung Persisam ke Bontang,” ujarnya.
Demi kelancaran pertandingan dan menjaga kondusifitas, Tommy mengharapkan pendukung dari Samarinda bisa bersikap sopan dan menjaga ketertiban. Apapun hasil pertandingan, ia tidak menginginkan adanya ekses negatif dan menimbulkan permusuhan. “Kami merasa terhormat karena tetap disambut di Bontang. Kami juga akan menjaga kepercayaan teman-teman Bontangmania dengan tindakan positif,” ucapnya.
Sementara dari Bontangmania sambutan bagi saudara muda sudah disiapkan. Riezal Al-Qeren, pentolan Bontangmania mengaku sudah menyiapkan lokasi yang memang dikhususkan bagi suporter tamu. “Kami menyambut dengan tangan terbuka. Mereka juga sama seperti kami, ingin mendukung tim kesayangan bertanding. Kami harap tidak ada hal-hal yang merusak persaudaraan sesama supporter,” ujarnya. “Laga di lapangan hanya berlangsung 90 menit, dan persaudaraan kami tidak akan hancur hanya karena hasil akhir di lapangan,” imbuhnya. (*/obi)

