Meski bukan kemenangan, setelah tour timur jauh kemarin, ternyata Pak Haji Umuh tetap membawa oleh-oleh. Namun bukan untuk bobotoh tetapi untuk PT. LI sebagai pengelola kompetisi Liga Super. Oleh-oleh itu berupa surat keberatan penunjukan wasit Setiono untuk memimpin pertandingan Persib selanjutnya.
Pertandingan di Makassar itu adalah ketiga kalinya Persib merasakan betapa sulitnya memainkan pertandingan yang dipimpin oleh wasit Setiono asal sidoarjo tersebut. Dua pertandingan sebelumnya terjadi di musim lalu ketika Persib melawan Sriwijaya FC dan Persitara.
Seperti yang sudah diketahui, pada pertandingan melawan Persitara itulah para pemain Persib melakukan sepakbola unjuk rasa dengan hanya berdiam diri di tengah lapang ketika pertandingan masih berlangsung. Hasilnya 11 pemain Persib terkena sanksi tak boleh bermain di awal musim ini.
“Saya hanya kasihan pada pemain, mereka berjuang sekuat tenaga di lapangan untuk menghindari kekalahan, namun mencetak gol adalah hal yang mustahil dilakukan jika wasit selalu membuat keputusan kontroversial. Semua melihat lewat televisi, setidaknya kita layak mendapatkan satu penalti. Tidak tahu mengapa, seakan wasit Setiono punya motivasi tertentu”, begitu ucap manajer tim sekaligus direktur utama PT. PBB ini.
Pada pertandingan itu, jalan akhir satu-satunya adalah hanya dengan melakukan tendangan-tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti pada sisa waktu pertandingan.
Setelah pertandingan selasai, beliau berkonsultasi dengan seorang petinggi PSSI, dan diusulkan untuk mengirim surat komplain kepada PT. LI. “Mungkin tidak hanya mengirim surat, kalau ada waktu, saya sendiri yang akan datang ke Jakarta untuk mengantarkan suratnya. Paling lambat hari senin setelah pertandingan lawan Lamongan”, lanjutnya.
Nantinya, surat tersebut berisi permintaan agar pada pertandingan-pertandingan Persib selanjutnya tidak lagi dipimpin oleh wasit Setiono.
“Ini bukan usaha saya mencari kambing hitam kekalahan. Ketika dua kekalahan awal melawan Persiba dan PSM, tidak ada protes (Persib) terhadap wasit. Saya bahkan memuji kinerja mereka waktu itu.” lanjut Pak Haji Umuh di stadion sidolig tadi sore.
Beberapa pekan kebelakang ini, memang sering muncul keluhan-keluhan dari klub peserta LSI perihal kinerja wasit dan asistennya yang dinilai banyak melakukan kesalahan. Diantaranya pelatih Fandi Ahmad yang terlihat sangat emosional atas keputusan-keputusan tendangan bebas oleh wasit Jimmy di soreang. Juga yang tak kalah kontroversialnya ketika bola tendangan Erick Weeks yang sudah melawati garis tidak disahkan menjadi gol di Kediri.
Protes-protes terhadap wasit ini layaknya ditindak lanjuti oleh PT. LI untuk menyelamatkan kompetisi dan juga nama baik perwasitan itu sendiri. Karena tentu saja tidak semua wasit yang mempunyai kinerja buruk.
Salut pada pemain
Pak Hajipun lalu bercerita betapa salutnya beliau pada semangat para pemain sewaktu bermain di stadion Pendidikan Wamena. Walaupun bermain disana bisa dibilang mustahil untuk membawa hasil kemenangan, namun mental pemain tidak gentar, mereka semua bermain dengan berani, tidak ada rasa pesimis bahwa mereka akan kalah.
“Saya berterima kasih kepada pemain. Apapun cerita orang tentang Wamena, mereka turun ke lapangan dengan kehormatan Persib. Namun itulah kenyataannya, baru beberapa menit, sudah ada penalti yang diberikan wasit. Setelah gol itu, ternyata mental anak-anak tidak turun. Motivasi mereka tetap tinggi untuk mendapatkan poin. Kita hanya masih tidak beruntung. Dua kali tendangan kita hanya membentur tiang gawang”, cerita pria yang kerap disapa Pak Haji ini.
Mau bagaimana lagi, sudah bukan rahasia kalau tidak ada satupun yang bisa menang di Wamena. Musim lalu Persiwa punya rekor 100% kemenangan disana. Musim ini, Persipura bisa menahan imbang mereka, namun setelah pertandingan selasai, terjadi kerusuhan antara penonton dan official Persipura.
“Faktor nonteknis sangat kental disana. Kita sudah mengalah ketika jadwal pertandingan yang seharusnya digelar sore hari digeser manjadi malam. Namun tetap saja, pada pertandinganpun wasit berat sebelah. Teriakan Pengawas pertandingan terhadap wasit yang memperbolehkan pemain yang sedang dirawat dipinggir lapang untuk mengambil lemparan kedalam saja tidak digubris oleh wasit, apalagi saya?”, tanya beliau.
Parahnya, PT. LI seakan tidak peduli terhadap keluhan-keluhan klub yang sudah bermain disana. Apakah nantinya surat keberatan Persib akan ditindaklanjuti?(simamaung)

