Share |

Bontang FC vs Persisam : Bukan Sekedar Gengsi


Pertaruhan gengsi terjadi di Stadion Mulawarman Bontang malam ini. Bontang FC akan menyambut tamu yang sudah ditunggu sepuluh tahun lamanya, Persisam Putra Samarinda. Ya, kedua tim bertemu terakhir pada Liga Indonesia V di tahun 2001. Keduanya jelas ingin menjadi wakil terbaik Benua Etam di kancah Superliga.

Ya, pertemuan dua kekuatan lama sepak bola Kaltim ini terakhir terjadi di era Liga Indonesia. Dan setelah 8 tahun tidak bersua di ajang resmi, kini keduanya kembali dipertemukan. Namun bukan hanya sekadar mengejar gengsi Derby Kaltim, dua tim juga ingin sama-sama meneruskan tren positif setelah sama-sama mengalahkan PSM Makassar di pertandingan terakhirnya.

Berkat kemenangan 3-0, Bontang FC berhasil naik satu strip ke urutan 15. Meski masih di kawasan zona berbahaya, karena strip tersebut merupakan wakil Superliga dalam playoff degradasi, Laskar Khatulistiwa memiliki keinginan besar memperbaiki peringkat. Maklun pertandingan digelar di hadapan ribuan Bontangmania yang mulai hidup kembali. Sementara kubu Persisam, juga ngotot agar tetap berada di papan atas. Koleksi 11 angka menempatkan Pipat Tonkaya dkk di peringkat 7.

Fachri Husaini, nahkoda di balik biduk Bontang FC sudah mempersiapkan mental anak didiknya menghadapi laga berat malam in. beruntung, Satria Fery yang absen pada laga sebelumnya sudah kembali dan bisa diberdayakan di lini tengah. Hanya satu kelemahan medera lini tengah karena ditinggal Ali Khadafi yang menjalani hukuman akumulasi kartu. “Seluruh pemain dalam kondisi fit. Tanpa Ali, saya masih punya banyak stok pemain tengah. Memang saya menyayangkan dia absen. Tapi dengan kekuatan yang kami miliki, saya yakin bisa mengamankan kemenangan kandang,” ujarnya.

Demi pertandingan ini, Fachri Husaini merelakan waktu menempuh perjalanan ke Samarinda untuk melongok kekuatan calon lawan. Saat itu Persisam berhasil mengalahkan PSM. Dari pengamatan itu pula, PSM mampu dipaksa pulang tanpa hasil saat menantang anak asuhnya. “Kita punya rekamannya. Dari sana kami banyak belajar dan tahu kelemahan mereka,” kata Fachri.

Sementara itu, Persisam Putra yang kemarin pagi menggelar uji coba terlihat enjoy. Pelatih Persisam Aji Santoso hanya memberikan latihan ringan dan melakukan polesan di penyelesaian akhir. Lini depan Persisam memang tidak bisa dikatakan subur. Pipat Tonkaya yang meski sudah mengemas dua gol, tapi tidak diimbangi dengan tandemnya. Zainal Arif yang hingga kini masih nihil gol, atau Agung Suprayogi yang hanya mengemas satu gol menjadikan Aji memutar otak untuk menciptakan poin dari lini ke dua. “Tugas mencetak gol bukan hanya bagi striker. Semua yang memiliki kesempatan lebih besar bisa menciptakan gol. Inilah tujuan saya melakukan perbaikan sentuhan akhir,” ujarnya.

Kondisi Persisam yang tanpa Hamka Hamzah dan Ahmad Sembiring dinilai Aji tidak mengalami banyak kekurangan. Stok pemain yang memiliki kualitas setara dengan keduanya, diyakininya mampu memberikan jaminan bagi gawang Wawan Hendrawan. “Kami harus kerja keras untuk merebut poin di Bontang. Tanpa kapten (Hamka, Red.) lini belakang saya percayakan kepada M Roby, Joel Tsimy dan Usep Munandar,” ucap Aji..(*/jaz/obi)
Share on Google Plus

About 12paz