
Meski berstatus pemimpin Klasemen, Sriwijaya FC Palembang tak keder dengan nama besar Arema Malang. Tim besutan Robert Albert itu, kini dalam grafik yang menanjak tajam.
Dari beberapa laga yang dilakoni Arema, Tim Singo Edan hanya kebobolan tiga gol. Hal itu menurut Rahmad Darmawan, sebuah prestasi yang cukup bagus.
"Lini belakang Arema bisa dibilang sangat tangguh untuk musim ISL tahun ini. Terbukti, tak mudah bagi tim-tim lawan untuk membongkar pasukan singo edan itu," terang Rahmad Darmawan usai menjalani latihan di Lapangan Brimob Ampeldento, Rabu (23/12/09) pagi.
Menurut pelatih yang juga anggota Marinir itu, kekuatan Arema terletak pada lini belakang dan barisan tengah yang punya kerjasama apik. Apalagi, hadirnya beberapa pemain semacam Chamelo Roman, dan duo Singapura M Ridhuan serta Noh Alam Syah, membuat Arema sulit untuk ditaklukan.
"Kami sudah melupakan saat harus takluk dengan Persema Malang beberapa waktu lalu. Sebenarnya, saat bertandang ke Malang ini, tim yang paling berat adalah ya melawan Arema ini. Butuh strategi dan tidak mudah untuk mencuri poin dari Arema," terang RD, Sapaan akrab Rahmad Darmawan ini.
Meski Sriwijaya FC sudah mengenal betul teknik dan bentuk permainan singo edan, bagi Rahmad Darmawan, tak mudah untuk mencuri poin tiga sore nanti. Apalagi, kehadiran Aremania di stadion kanjuruhan nanti pasca diskors Komdis PSSI, akan membuat ruh Arema kembali seperti sedia kala. Mengingat, kandang Arema selalu angker bagi musuh-musuhnya bila bermain dengan disaksikan
ribuan Aremania.
"Kami sudah mengenal betul permainan Arema. Kunci kami agar bisa mencuri poin nanti adalah dengan mematikan lini tengah dan second line mereka," papar RD tegas.
Masih menurut RD, lini tengah dan second line Arema saat ini bisa dibilang sangat bagus. Pergerakan M Ridhuan yang mobile, didukung dengan jenderal lapangan tengah yang bagus Chamelo Roman. Di sisi lain, Fahkrudin dan Ahmad Bustomi, adalah creator serangan yang jika tidak segera dimatikan, bisa mengancam pertahanan Sriwijaya.
Jika tidak ada aral melintang, Laga Big Match ini akan dimulai pukul 15.30 sore ini dalam lanjutan Liga Super Indonesia. Sriwijaya FC yang menurunkan beberapa pemain berkelas, dipastikan akan diperkuat Toni Sucipto, Ponaryo Astaman, dan Zah Rahan dibarisan tengah. Dibarisan penggedor, Obiora dan Keyt Kayamba, akan didukung Arif Suyono yang dikenal dengan tusukan-tusukannya lewat sisi sayap.
Di bawah Mistar Gawang Ferry Rotinsulu dipercaya mengawal pertahanan Laskar Wong Kito setelah Hendro Kartiko, mengalami cedera usai ditantang Persema Malang lalu.
Untuk menghadang gempuran-gempuran Noh Alam Syah Cs yang dipastikan tampil usai menjalani hukuman kartu merah, Sriwijaya akan menurunkan Isnan Ali, Charis Yulianto, Preciouse serta Ambrizal dibarisan pertahanan. Mampukah Laskar Wong Kito Mempecundangi Arema? Kita lihat saja nanti.
Sementara itu Bisa jadi, Sore ini adalah momen yang paling mendebarkan bagi kubu tuan rumah Arema. Menjamu Sriwijaya FC Palembang dalam lanjutan Indonesia Super League, pertaruhan harga diri Arema Malang akan ditantang Laskar Wong Kito.
Jika kalah, pimpinan klasemen bisa jadi terancam. Pun� sebaliknya, jika menang, Arema Malang dipastikan akan meninggalkan jauh rival-rival terberatnya macam Persijap, Persiba dll.
"Diatas kertas, peluang kami masih sama dengan Sriwijaya. Mereka memang ancaman serius bagi kami. Kami harus persiapkan strategi terbaik untuk meredam anak-anak Palembang. Yang jelas, tiga poin lawan Sriwijaya harus kita dapatkan,” ucap Robert Albert, saat jumpa pers jelang laga berat, Rabu (23/12/09) rabu pagi.
Pasca dijungkirkan Persema Malang dua hari lalu, Arema menilai pasti ada perubahan ditubuh Laskar Wong Kito itu. Mereka juga tidak ingin meninggalkan Malang dengan wajah tertunduk.
Mengingat, para pemain dan official Tim, sudah hamper sepekan berada di Malang. Selain melihat beberapa pertandingan kedua tim baik langsung maupun lewat tayangan televisi, Sriwijaya dipastikan akan mengalami perubahan drastis.
"Kebangkitan Sriwijaya usai dipecundangi Persema, bisa membangkitkan motivasi mereka untuk mengalahkan kami. Dan ini harus kami waspadai secepatnya,” papar Liestiadi, asisten pelatih Arema. Karena itu, ia berharap anak asuhnya bisa meredam setiap pergerakan para pemain Sriwijaya dari lini per lini.
Dengan materi pemain-pemain Sriwijaya yang diatas rata-rata, Liestiadi juga berharap agar Ahmad Bustomi dan Fahrudin, bisa mengobrak-abrik lini tengah Sriwijaya.
Terlebih, kembalinya Landry Pouyange akibat cedera, sudah bisa diturunkan membela singo edan sore nanti, adalah modal yang bagus untuk menjaga rekor tidak terkalahkan di kandang.
"Kami harus jaga rekor tidak pernah kalah dikandang. Pemain harus disiplin menjaga pergerakan bola yang diterapkan permainan lawan termasuk marking ketat. Dan terakhir,seluruh pemain harus bekerja ekstra keras dan konsentrasi penuh selama pertandingan jika tidak ingin malu di hadapan Aremania sore ini,” terang Robert Albert yakin.
Dengan kembalinya Aremania nanti dilapangan, bisa jadi pemain ke 12 Arema itu, akan menjadi momok sendiri bagi kubu Sriwijaya.
Diharapkan, para pemain akan terlecut untuk memberikan yang terbaik. Terlebih, pasca dihukumnya Aremania akibat tindakan rasis beberapa waktu lalu, menjadi pelajaran berharga untuk bekal pertandingan sore ini agar lebih baik lagi.
Tim Singo Edan diprediksi akan memainkan pola 4-4-2 yang menjadi cirri khas Robert Albert selama ini. Dibarisan pertahanan, Waluyo, Beni Wahyudi, Purwaka, akan membantu jenderal pertahanan singo edan Piere Njanka.
Sekembalinya Laoundry Pouyange, bisa jadi kekuatan baru arema dibarisan tengah yang juga akan diisi Ahmad Bustomi, M Ridhuan serta Fahkrudin yang kerap mencetak gol dalam pertandingan Arema.
Untuk dibarisan depan, Noh Alam Syah akan berduet dengan Chamelo Roman yang posisinya, lebih ditarik kedepan setelah Bustomi dan Landry Pouyange bisa diturunkan.
Dipastikan, pertarungan seru akan terjadi dibarisan tengah lapangan. Mampukah Sriwijaya yang dihuni pemain-pemain Timnas Indonesia itu meredam agresifitas anak-anak muda Singo Edan? Sudah pasti, pertandingan sore ini tidak boleh terlewatkan.[yog/ted-beritajatim]
