
Kesebelasan Indonesia akan menghadapi tuan rumah Kuwait dalam lanjutan babak kualifikasi Piala Asia, Sabtu, 14 November. Syamsul Chaeruddin dkk menargetkan bermain imbang. Manajer timnas senior, Andi Darussalam Tabusalla, mengatakan bahwa tidak ada target muluk-muluk.
"Kami harus realistis saja, perjuangan kami sangat berat saat dijamu Kuwait. Minimal kami harus bermain imbang saja," ungkapnya, Jumat, 13 November. Menurutnya, target imbang sudah sangat maksimal untuk Charis Yulianto dan kawan-kawan, mengingat Kuwait kesebelasan yang memiliki kualitas bagus. "Kuwait salah satu kekuatan sepak bola Asia. Bermain imbang dengan Kuwait saja sudah prestasi yang membanggakan," ungkap Andi.
Walau demikian, Andi menegaskan bahwa target tersebut bukan berarti Indonesia tidak boleh menang. Malah sebaliknya, mereka tetap berupaya keras agar bisa menang dalam pertandingan tersebut, sebelum menjadi tuan rumah empat hari kemudian.
Karena menargetkan hasil imbang, Andi mengatakan bahwa pelatih Benny Dolo bakal menerapkan pola 4-5-1 yang hanya menempatkan satu ujung tombak. Kemungkinan besar Bendol sapaan Benny Dolo akan menempatkan Bambang Pamungkas sendirian di depan. Timnas mengandalkan serangan balik.
Bonus jika bermain imbang diakui Andi, sudah disiapkan oleh manajemen timnas. Namun, apabila melampaui target seri itu, maka bisa dipastikan para pemain akan mendapatkan bonus berlipat ganda.
"Saya tidak bisa menyebutkan besarnya bonus, yang penting bonus itu ada," ujarnya. (int)
