Satrio Syam juga mengaku bersyukur bisa dipanggil untuk melawan Internazionale bersama tim Indonesia Selection, Sabtu (26/5).
Satrio
mengaku deg-degan menantikan laga tersebut. Pasalnya, Inter merupakan
klub favoritnya dan mengidolakan semua pemain Inter, khususnya kapten
tim Javier Zanetti.
Kesempatan
bertemu Inter akan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pemain asal Palopo
itu untuk menimba ilmu. Selain itu, misi lain yang diusung Satrio adalah
mengincar Jersey pemain Inter.
"Saya deg-degan menanti laga
tersebut. Saya ingin tampil baik dan membuktikan kualitas pemain
Indonesia. Semoga nanti bisa mendapat salah satu jersey pemain Inter,
jika mendapat kaos Zanetti lebih bangga lagi," ujar Satrio.
Selain Satrio, pemain PSM lain yang juga dipanggil adalah Syamsul Bachri Chaerudin.
Pemain berposisi gelandang ini mengaku senang bisa memperkuat Timnas.
Ia bersyukur bisa berhadapan langsung dengan pemain top dunia.
"Tentunya saya siap dan bangga melawan Inter yang merupakan klub raksasa asal Italia," Syamsul.
Tapi,
Satrio dan Syamsul juga dilema karena di waktu bersamaan PSM akan
menjamu Persiraja Banda Aceh. Padahal, ia sangat ingin membela PSM yang
dalam dua laga terakhir kurang beruntung.
Saat lawan Arema
(12/5), PSM hanya mengamankan satu poin setelah bermain seri 1-1.
Sementara melawat ke Madiun, PSM takluk 0-1 dari Persija Jakarta.
"Mengenai
laga tersebut, saya belum tahu apa bisa main atau tidak. Karena
pertandingannya bersamaan. Semoga bisa diundur agar saya dapat membela
PSM," ujar Syamsul (nda/end.bola)
