
Pelatih Deltras, Blitz Tarigan kecewa dengan hasil imbang 0-0, Sabtu (5/5/2012) malam ini di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Tapi tidak hanya Blitz, arsitek Mitra Kukar Stefan Hansson juga tidak puas dengan hasil itu. Alasannya, target Kukar adalah menang di Sidoarjo.
Blitz kepada wartawan usai pertandingan, Sabtu (5/5/2012) malam mengaku tak puas dengan hasil seri ini. Apalagi di dua pertandingan sebelumnya, lawan PSMS dan PSAP, Deltras berhasil merangkum dua kemenangan. "Secarta hasil saya tidak puas. Secara permainan saya puas terutama penampilan Budi (Sudarsono, red)," kata Blitz.
Pertandingan lawan Mitra Kukar ini adalah kali pertama bagi Budi kembai ke lapangan hijau. Eks pemain Sriwijaya dan Persik ini absen berbulan-bulan karena cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL). "Bayangkan, dia tidak bermain selama empat bulan. Tapi dia tidak terlihat kaku. Bahkan mampu merepotkan pertahanan lawan," puji pelatih asal Medan ini.
Eks pelatih tim sepakbola PON DKI Jakarta ini mengakui di babak pertama timnya kurang greget. "Itu karena pemain kita dipaksa bermain melebar oleh lawan," terang Blitz. Ia pun melakukan perubahan strategi di babak kedua. Hasilnya Deltras tampil lebih agresif. "Tapi tak ada gol karena kami kurang beruntung," lanjut Blitz.
Sementara itu, Hansson juga tak terlalu senang dengan raihan poin yang didapat Hamka Hamzah dan kawan-kawan. Sebab, menurut Hansson, target timnya di Sidoarjo adalah menang. "Semua tim yang main targetnya pasti menang. Hasil seri sebenarnya bukan target kami," terang Hansson.
Meski kurang puas dengan hasil seri, mantan pelatih Tim Nasional (Timnas) Myanmar ini senang dengan prestasi yang diraih anak didiknya. Sebab di dua laga pertama, tim berjuluk Naga Mekes ini selalu meraih hasil negatif. "Overall saya senang anak-anak mampu memperbaikinya di sini," papar Hansson.
Hansson juga menilai The Lobster sebagai tim kuat. Bahkan, dia mengubah racikan demi memenuhi ambisi mencuri poin di Kota Udang. [sya/but]
Blitz kepada wartawan usai pertandingan, Sabtu (5/5/2012) malam mengaku tak puas dengan hasil seri ini. Apalagi di dua pertandingan sebelumnya, lawan PSMS dan PSAP, Deltras berhasil merangkum dua kemenangan. "Secarta hasil saya tidak puas. Secara permainan saya puas terutama penampilan Budi (Sudarsono, red)," kata Blitz.
Pertandingan lawan Mitra Kukar ini adalah kali pertama bagi Budi kembai ke lapangan hijau. Eks pemain Sriwijaya dan Persik ini absen berbulan-bulan karena cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL). "Bayangkan, dia tidak bermain selama empat bulan. Tapi dia tidak terlihat kaku. Bahkan mampu merepotkan pertahanan lawan," puji pelatih asal Medan ini.
Eks pelatih tim sepakbola PON DKI Jakarta ini mengakui di babak pertama timnya kurang greget. "Itu karena pemain kita dipaksa bermain melebar oleh lawan," terang Blitz. Ia pun melakukan perubahan strategi di babak kedua. Hasilnya Deltras tampil lebih agresif. "Tapi tak ada gol karena kami kurang beruntung," lanjut Blitz.
Sementara itu, Hansson juga tak terlalu senang dengan raihan poin yang didapat Hamka Hamzah dan kawan-kawan. Sebab, menurut Hansson, target timnya di Sidoarjo adalah menang. "Semua tim yang main targetnya pasti menang. Hasil seri sebenarnya bukan target kami," terang Hansson.
Meski kurang puas dengan hasil seri, mantan pelatih Tim Nasional (Timnas) Myanmar ini senang dengan prestasi yang diraih anak didiknya. Sebab di dua laga pertama, tim berjuluk Naga Mekes ini selalu meraih hasil negatif. "Overall saya senang anak-anak mampu memperbaikinya di sini," papar Hansson.
Hansson juga menilai The Lobster sebagai tim kuat. Bahkan, dia mengubah racikan demi memenuhi ambisi mencuri poin di Kota Udang. [sya/but]