Dengan keadaan tim nasional yang sedang merapal naik, tim sepakbola
Indonesia akhirnya harus tersingkir dari turnamen Al Nakbah. Dengan
dikalahkan Palestina dengan skor 1-2, Indonesia pun tidak bisa lolos ke
babak final. Di stadion AL-Hussein bin Ali, Hebron Palestina, Indonesia
harus dikalahkan meski sudah unggul 1-0 lewat gol Irfan Bachdim. Meski
kalah, memang Indonesa tetap pulang dengan kepala tegak, karena secara
keseluruhan permainan Indonesia membaik.
S
ejak laga dimulai, timnas Indonesia tampil cukup garang. Dengan serangan balik cepat, gol bisa tercipta di menit ke-13. Irfan Bachdim langsung melakukan solo run dari
tengah lapangan begitu mendapatkan bola dan menceploskan bola dari
dalam kotak penalti Palestina. Bola sepakan striker Persema itu tak
mampu dihalau Toufic Ali, kiper Palestina dan Indonesia unggul 1-0.
Merasadi atas angin, Merah Putih pun bermain lebih agresif dan lebih
cepat. Sayang sekali malapetaka datang ketika Palestina dihadiahi
penalti dan membuat keadaan seimbang menjadi 1-1 di menit ke-39.
Babak kedua ternyata tidak berpihak pada Indonesia. Tekanan justru datang dari Al-Fursan,
julukan Palestina. Indonesia coba memanfaatkan 45 menit di babak kedua
untuk mencipta peluang. Palestina pun bisa mencetak gol keduanya pada
menit ke-66. Gol kedua bagi Palestina diciptakan sang kapten, Fahed
Attal dengan memanfaatkan bola muntah yang sebelumnya membentur tiang
gawang Indonesia. Skor pun berubah 2-1 dan bertahan hingga peluit
panjang berbunyi.
Laga ini memang tergolong laga berat bagi Indonesia. Namun,
mentalitas memang perlu dibangun karena Indonesia lebih sering bermain
di kandang sendiri dan bermain di luar adalah sesuatu yang perlu.
Dikeluhkan oleh Matias Ibo,
Indonesia sendiri cukup banyak mendapat tekanan selain tekanan di
tengah lapangan. Wasit dan hakim garis semuanya Palestina dan terlihat
menguntungkan Indonesia. Diakui olehnya juga sisa 60 menit pertandingan,
dari bangku cadangan timnas Indonesia mendapat ‘oleh-oleh’ berupa
ludahan dari para penonton lokal tersebut !!.