Meminimalisir pelanggaran di area berbahaya! Begitulah instruksi yang ditegaskan head coach Arema, Joko ‘Gethuk’ Susilo kepada seluruh penggawanya jelang bentrok Arema kontra Persib Bandung sore nanti. Pesan tersebut betul-betul ditekankan oleh tactician berlisensi A Nasional itu dalam sesi latihan timnya di Stadion Kanjuruhan sore kemarin.
Bukan tanpa alasan bila Gethuk mewanti-wanti benar anak buahnya agar tidak melakukan kesalahan sekecil apapun, terlebih pelanggaran yang bisa membuahkan set pieces di area pertahanan Singo Edan. Pasalnya, sang calon lawan dikenal sebagai tim yang cukup mumpuni mengkonversi set piece menjadi gol.
“Kita harus antisipasi set piece mereka karena dari situlah sering tercipta gol. Jadi harus meminimalisir pelanggaran di daerah dekat kotak penalti,” ungkap pelatih berusia 41 tahun tersebut.
Persib sendiri memiliki sejumlah pilar yang dikenal sangat piawai melakukan eksekusi tendangan bola-bola mati. Sebut saja Robbie Gaspar, Tony Sucipto dan Zulkifly Syukur. Namun yang paling berbahaya tentu saja dua nama berikut ini. Siapa lagi kalau bukan Miljan Radovic dan Marcio Souza.
Akurasi tembakan Radovic selama ini sudah terbukti dengan koleksi 12 gol yang mayoritas dilesakkannya dari kesempatan bola-bola mati selama dua musim terakhir membela si Maung (julukan Persib). Sebagai pemain berposisi gelandang, pemain kelahiran Niksik, 18 Oktober 1975 itu pun boleh dibilang cukup produktiv.
Tim pujaan Viking dan Bobotoh juga masih memiliki Marcio yang notabene penggawa Arema di putaran pertama lalu. Selama berkostum Singo Edan, bomber asal Brasil itu telah menyumbangkan delapan gol dan membuatnya menjadi top scorer tim. “Kita tahu sendiri bagaimana kualitas set piece Marcio,” timpal Gethuk.
Dari lima gol yang dihasilkannya sepanjang paro musim lalu, lima diantaranya lahir dari tendangan roket bola mati, baik itu tendangan bebas maupun eksekusi penalti. Tak heran bila Radovic dan Marcio bakal menjadi momok menakutkan tiap kali menjalankan tugasnya sebagai algojo. Salah antisipasi, bisa jadi justru Arema bakal malu di kandang.
Sebaliknya, sepeninggal Marcio, Arema memang cukup kehilangan sosok mumpuni sebagai eksekutor set piece. Adapun Arif Ariyanto akurasi lesatan bolanya belum seistimewa Marcio selama ini. Namun dua legiun impor anyar asal Kamerun, yaitu Alain N’Kong dan Dzumafo Herman Epandi disiapkan sebagai algojo karena memiliki kualitas akurasi tembakan yang tak kalah mematikan. (tom/bua) Arema Waspadai Tendangan Roket Souza
Meminimalisir pelanggaran di area berbahaya! Begitulah instruksi yang ditegaskan head coach Arema, Joko ‘Gethuk’ Susilo kepada seluruh penggawanya jelang bentrok Arema kontra Persib Bandung sore nanti. Pesan tersebut betul-betul ditekankan oleh tactician berlisensi A Nasional itu dalam sesi latihan timnya di Stadion Kanjuruhan sore kemarin.
Bukan tanpa alasan bila Gethuk mewanti-wanti benar anak buahnya agar tidak melakukan kesalahan sekecil apapun, terlebih pelanggaran yang bisa membuahkan set pieces di area pertahanan Singo Edan. Pasalnya, sang calon lawan dikenal sebagai tim yang cukup mumpuni mengkonversi set piece menjadi gol.
“Kita harus antisipasi set piece mereka karena dari situlah sering tercipta gol. Jadi harus meminimalisir pelanggaran di daerah dekat kotak penalti,” ungkap pelatih berusia 41 tahun tersebut.
Persib sendiri memiliki sejumlah pilar yang dikenal sangat piawai melakukan eksekusi tendangan bola-bola mati. Sebut saja Robbie Gaspar, Tony Sucipto dan Zulkifly Syukur. Namun yang paling berbahaya tentu saja dua nama berikut ini. Siapa lagi kalau bukan Miljan Radovic dan Marcio Souza.
Akurasi tembakan Radovic selama ini sudah terbukti dengan koleksi 12 gol yang mayoritas dilesakkannya dari kesempatan bola-bola mati selama dua musim terakhir membela si Maung (julukan Persib). Sebagai pemain berposisi gelandang, pemain kelahiran Niksik, 18 Oktober 1975 itu pun boleh dibilang cukup produktiv.
Tim pujaan Viking dan Bobotoh juga masih memiliki Marcio yang notabene penggawa Arema di putaran pertama lalu. Selama berkostum Singo Edan, bomber asal Brasil itu telah menyumbangkan delapan gol dan membuatnya menjadi top scorer tim. “Kita tahu sendiri bagaimana kualitas set piece Marcio,” timpal Gethuk.
Dari lima gol yang dihasilkannya sepanjang paro musim lalu, lima diantaranya lahir dari tendangan roket bola mati, baik itu tendangan bebas maupun eksekusi penalti. Tak heran bila Radovic dan Marcio bakal menjadi momok menakutkan tiap kali menjalankan tugasnya sebagai algojo. Salah antisipasi, bisa jadi justru Arema bakal malu di kandang.
Sebaliknya, sepeninggal Marcio, Arema memang cukup kehilangan sosok mumpuni sebagai eksekutor set piece. Adapun Arif Ariyanto akurasi lesatan bolanya belum seistimewa Marcio selama ini. Namun dua legiun impor anyar asal Kamerun, yaitu Alain N’Kong dan Dzumafo Herman Epandi disiapkan sebagai algojo karena memiliki kualitas akurasi tembakan yang tak kalah mematikan. (tom/bua)