
PELATIH Brunei Darussalam Dayem bin Haji Ali angkat bendera putih. Kekalahan telak 0-4 dari Maynmar mengharuskannya melupakan harapan ke semifinal.
Bertarung di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (9/22), Brunei yang baru kembali berkiprah setelah bebas dari sanksi FIFA, menelan empat gol yang dilesakkan pemain Myanmar tanpa mampu membalas.
Kekalahan itu membuat Brunei tersuruk di urutan bawah klasemen Grup B cabang sepakbola SEA Games XXVI. Menanggapi hal itu, pelatih Dayem mengakui timnya memang masih lemah dan banyak melakukan kesalahan sendiri.
"Kesalahan itu fatal, terutama pada 15 menit awal babak pertama," ujar Dayem seusai pertandingan. "Bahkan, setelah tertinggal 0-2, kami malah bermain lebih buruk sehingga akhirnya kebobolan lagi," lanjutnya.
Dengan hasil itu, Dayem pun bersikap realistis. Dayem mengaku sudah melupakan keinginan maju ke semifinal. "Kami sudah harus melupakan semifinal SEA Games kali ini," tandasnya.
Meski begitu, Dayem berjanji tidak akan main setengah hati di dua pertandingan terakhirnya di Grup B melawan Vietnam dan Filipina.
"Kami akan tetap menampilkan permainan terbaik dan memberikan perlawanan kepada dua lawan terakhir kami," tegas Dayem.