
Pelatih Tim Sepak Bola Persipura, Jayapura, Jacksen F Tiago menilai layak anak asuhnya di tim berjuluk "Mutiara Hitam", Boaz Solossa, ditunjuk menjadi kapten kedua tim nasional saat ini.
"Sejak musim kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) lalu, Boaz sudah menjadi kapten di klub menggantikan Eduard Ivakdalam. Jadi pengalamannya di klub menjadi salah satu modal penting menjadi kapten Timnas, meski hanya kapten kedua," katanya,Rabu.
Menurut pelatih berkebangsaan Brazil itu, terpilihnya Boaz Solossa sebagai pemain terbaik pada pertandingan Timnas Indonesia melawan Turkmenistan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 28 Juli, menjadi salah satu bukti kualitas peran Boaz Solossa di tim.
"Baru musim ini dia menjadi kapten Persipura, namun berhasil mengantarkan tim meraih gelar juara. Bahkan dia juga terpilih sebagai pemain terbaik dan menjadi top skor LSI," tandasnya.
Dikatakan Jacksen Tiago, sejak ia menjadi pelatih Persipura selama tiga tahun, Boaz Solossa menunjukkan perkembangan yang sangat baik disetiap musim. Selain dari sisi teknis dan kemampuan, dia juga sudah mulai dewasa dan bisa mengendalikan emosinya di lapangan, katanya.
Selain itu, salah satu kelebihan yang dimiliki adik kandung Ortizan Solossa itu adalah bisa dimainkan dibeberapa posisi berbeda. Baik sebagai striker murni, pemain sayap atau gelandang serang, katanya.
"Sehingga dia tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan pemain lain dan strategi yang diterapkan pelatih saat di timnas. Meski dia datang paling belakangan saat persiapan latihan tim," ujar Jacksen Tiago.
Boaz Solossa bersama Ricardo Salampessy merupakan pemain asal Persipura Jayapura yang dipanggil memperkuat timnas menghadapi laga pra-piala dunia.
"Sejak musim kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) lalu, Boaz sudah menjadi kapten di klub menggantikan Eduard Ivakdalam. Jadi pengalamannya di klub menjadi salah satu modal penting menjadi kapten Timnas, meski hanya kapten kedua," katanya,Rabu.
Menurut pelatih berkebangsaan Brazil itu, terpilihnya Boaz Solossa sebagai pemain terbaik pada pertandingan Timnas Indonesia melawan Turkmenistan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 28 Juli, menjadi salah satu bukti kualitas peran Boaz Solossa di tim.
"Baru musim ini dia menjadi kapten Persipura, namun berhasil mengantarkan tim meraih gelar juara. Bahkan dia juga terpilih sebagai pemain terbaik dan menjadi top skor LSI," tandasnya.
Dikatakan Jacksen Tiago, sejak ia menjadi pelatih Persipura selama tiga tahun, Boaz Solossa menunjukkan perkembangan yang sangat baik disetiap musim. Selain dari sisi teknis dan kemampuan, dia juga sudah mulai dewasa dan bisa mengendalikan emosinya di lapangan, katanya.
Selain itu, salah satu kelebihan yang dimiliki adik kandung Ortizan Solossa itu adalah bisa dimainkan dibeberapa posisi berbeda. Baik sebagai striker murni, pemain sayap atau gelandang serang, katanya.
"Sehingga dia tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan pemain lain dan strategi yang diterapkan pelatih saat di timnas. Meski dia datang paling belakangan saat persiapan latihan tim," ujar Jacksen Tiago.
Boaz Solossa bersama Ricardo Salampessy merupakan pemain asal Persipura Jayapura yang dipanggil memperkuat timnas menghadapi laga pra-piala dunia.