
Tuan rumah Persidafon Dafonsoro boleh saja berhasil menjadi tim pertama yang menapakkan satu kakinya di babak semifinal. Tapi, posisi tim berjuluk Selicin Gabus ini masih belum aman. Posisi mereka masih rawan tergeser oleh dua tim di bawahnya, Persiram Raja Ampat dan Persiraja Banda Aceh.
Makanya, dalam laga terakhir Babak 8 Besar Grup A yang digelar di Stadion Mandala Jayapura, sore nanti, Persidafon harus bisa menumbangkan Persiraja jika ingin tetap melengang ke Solo sebagai juara Grup A. Eduard Ivakdalam dkk minimal harus bisa meraih satu poin untuk memuluskan langkahnya. Jika gagal, bukan tidak mungkin mereka bakal kehilangan tiket semifinal.
"Kami akan tetap bermain dengan fight, tidak peduli kami sudah lolos atau belum. Yang pasti kami akan maksimalkan hasil di pertandingan besok (hari ini, Red)," ucap pelatih kepala Persidafon Agus Yuwono kemarin (16/5).
Agus mengatakan, laga melawan Persiraja bakal menjadi ajang untuk mematangkan komposisi tim pada babak semifinal nanti. Makanya, dia menilai bahwa terlalu riskan bila di saat-saat seperti ini harus menurunkan pemain cadangannya. Dengan mantap, Agus pun siap menurunkan para pemain intinya dalam laga tersebut.
"Kami mencoba untuk mempertahankan tren kemenangan di dua pertandingan sebelumnya. Kalau itu tidak bisa dijaga, bukan tidak mungkin di pertandingan berikutnya kami bisa saja goyah," cetus Agus.
Persiraja bukanlah lawan yang enteng bagi Persidafon. Meski di posisi klasemen sementara masih berada di bawah Persidafon, kekompakan permainan Persiraja bisa menjadi momok bagi Persidafon. Makanya, Agus tidak mau anak asuhnya terpaku dengan satu atau dua pemain Persiraja saja. "Mereka tim yang bagus. Mulai dari belakang sampai depan mereka bisa hidup. Itu yang harus diantisipasi anak-anak," kata dia.
Janji kubu Persidafon untuk tetap bermain all out mendapat jawaban dari lawannya, Persiraja. Tim yang merupakan jawara Grup I itu bakal bermain ngotot demi merebut tiga poin yang mampu mengamankan posisinya. Sebab, jika gagal, Persiraja sudah pasti tidak bisa berlaga di semifinal.
"Hanya dengan kemenangan kami bisa lolos dari babak ini. Mau tidak mau anak-anak nanti harus lebih agresif untuk mengejar kemenangan," ungkap pelatih kepala Persiraja Herry Kiswanto.
Menghadapi tuan rumah menurut Herry menjadi tugas berat bagi anak asuhnya. Pasalnya, pertandingan bukan lagi harus melawan pemain lawan saja, melainkan juga pendukung tuan rumah yang memadati Stadion Mandala. Mental bertanding Abdul Musawwir dkk diuji habis-habisan dalam laga tersebut.
"Kekalahan kemarin jelas berpengaruh dengan mental para pemain. Sampai saat ini, saya sendiri belum mengetahui apakah anak-anak bisa terlepas dari trauma kekalahan kemarin atau belum," sebut pelatih yang jug mantan pemain nasional ini.
Meski menyatakan anak asuhnya sudah dalam kondisi siap tempur, Persiraja sudah pasti tidak bisa memainkan pemain tengahnya, Syafri Umri. Ini lantaran Syafri mengalami cedera saat Persiraja dikalahkan Persiram Sabtu lalu (14/5). "Itu saya rasa tidak masalah. Dengan pemain yang ada, saya yakin anak-anak bisa tunjukkan karakter bermain Persiraja yang sebenarnya," tandas dia.
Makanya, dalam laga terakhir Babak 8 Besar Grup A yang digelar di Stadion Mandala Jayapura, sore nanti, Persidafon harus bisa menumbangkan Persiraja jika ingin tetap melengang ke Solo sebagai juara Grup A. Eduard Ivakdalam dkk minimal harus bisa meraih satu poin untuk memuluskan langkahnya. Jika gagal, bukan tidak mungkin mereka bakal kehilangan tiket semifinal.
"Kami akan tetap bermain dengan fight, tidak peduli kami sudah lolos atau belum. Yang pasti kami akan maksimalkan hasil di pertandingan besok (hari ini, Red)," ucap pelatih kepala Persidafon Agus Yuwono kemarin (16/5).
Agus mengatakan, laga melawan Persiraja bakal menjadi ajang untuk mematangkan komposisi tim pada babak semifinal nanti. Makanya, dia menilai bahwa terlalu riskan bila di saat-saat seperti ini harus menurunkan pemain cadangannya. Dengan mantap, Agus pun siap menurunkan para pemain intinya dalam laga tersebut.
"Kami mencoba untuk mempertahankan tren kemenangan di dua pertandingan sebelumnya. Kalau itu tidak bisa dijaga, bukan tidak mungkin di pertandingan berikutnya kami bisa saja goyah," cetus Agus.
Persiraja bukanlah lawan yang enteng bagi Persidafon. Meski di posisi klasemen sementara masih berada di bawah Persidafon, kekompakan permainan Persiraja bisa menjadi momok bagi Persidafon. Makanya, Agus tidak mau anak asuhnya terpaku dengan satu atau dua pemain Persiraja saja. "Mereka tim yang bagus. Mulai dari belakang sampai depan mereka bisa hidup. Itu yang harus diantisipasi anak-anak," kata dia.
Janji kubu Persidafon untuk tetap bermain all out mendapat jawaban dari lawannya, Persiraja. Tim yang merupakan jawara Grup I itu bakal bermain ngotot demi merebut tiga poin yang mampu mengamankan posisinya. Sebab, jika gagal, Persiraja sudah pasti tidak bisa berlaga di semifinal.
"Hanya dengan kemenangan kami bisa lolos dari babak ini. Mau tidak mau anak-anak nanti harus lebih agresif untuk mengejar kemenangan," ungkap pelatih kepala Persiraja Herry Kiswanto.
Menghadapi tuan rumah menurut Herry menjadi tugas berat bagi anak asuhnya. Pasalnya, pertandingan bukan lagi harus melawan pemain lawan saja, melainkan juga pendukung tuan rumah yang memadati Stadion Mandala. Mental bertanding Abdul Musawwir dkk diuji habis-habisan dalam laga tersebut.
"Kekalahan kemarin jelas berpengaruh dengan mental para pemain. Sampai saat ini, saya sendiri belum mengetahui apakah anak-anak bisa terlepas dari trauma kekalahan kemarin atau belum," sebut pelatih yang jug mantan pemain nasional ini.
Meski menyatakan anak asuhnya sudah dalam kondisi siap tempur, Persiraja sudah pasti tidak bisa memainkan pemain tengahnya, Syafri Umri. Ini lantaran Syafri mengalami cedera saat Persiraja dikalahkan Persiram Sabtu lalu (14/5). "Itu saya rasa tidak masalah. Dengan pemain yang ada, saya yakin anak-anak bisa tunjukkan karakter bermain Persiraja yang sebenarnya," tandas dia.