
Ambisi PSM Makassar menembus papan atas Djarum Indonesia Super Liga (ISL) 2010/2011 terancam.
Semua karena infrastruktur stadion pasukan Juku Eja. Stadion Mattoangin yang menjadi markas PSM tak layak melaksanakan pertandingan level ISL. PT Liga Indonesia (Liga) mengumumkan, dari hasil verifikasi terhadap arena ini, stadion berkapasitas 15.000 penonton itu dinyatakan tak lolos. Otomatis PSM pun bisa jadi klub musafir musim ini. Pasukan Juku Eja pun dipastikan kehilangan dukungan dari suporter setianya, jika pindah venue dan meninggalkan Makassar. Akibat semua ini membuat fokus anak asuh Robert Rene Alberts ini juga dikhawatirkan terbelah. Sebab, pemain mengaku ragu jika persoalan itu akan berimbas kepada kelancaran gaji mereka musim depan.
Selain itu, PSM juga terancam tak mendapatkan pemasukan tiket jika laga hometerlaksana di tempat lain. Padahal dari rencana awal, manajemen sangat berharap dana dari pemasukan tiket bisa membantu pembiayaan PSM. Humas PSM Nurmal Idrus mengatakan, manajemen menganggarkan biaya sekitar Rp18 miliar untuk menghadapi musim depan. Biaya itu dipersiapkan dari APBD Makassar dan sponsor dari beberapa perusahaan. Selebihnya tentu berasal dari pendapatan tambahan, yaitu tiket pertandingan. Namun masalah yang terjadi, dana itu belum bisa digunakan seluruhnya. Maklum, dana dari APBD akan cair secara bertahap. Kondisi ini yang membuat PSM makin terancam eksistensinya. ’’Jika kemungkinan terburuk sebagai tim musafir terjadi, kami kemungkinan bakal mengalami kesulitan dana.
Maka itu, kami tetap berupaya keras meyakinkan Liga agar memberikan kemudahan,” kata Nurmal. Menjadi klub musafir juga membuat pengeluaran PSM akan melambung tajam.Sebab,selain tidak mendapatkan pemasukan uang tiket, manajemen juga harus menyiapkan dana untuk keamanan dan akomodasi yang lain. Kendati demikian, PSM tetap mengaku siap mengikuti keputusan Liga, termasuk jika harus pindah kandang.Menurut dia, hal itu tak lepas dari upaya menghindari kemungkinan terburuk serta sanksi yang bakal diterima. ”Jika tidak setuju, tentu kami bakal kehilangan poin. Selain itu, kami mungkin bisa kena sanksi harus keluar dari kompetisi. Ini tentu kerugian besar karena PSM sudah mengontrak para pemain,” lanjutnya.
Menghadapi masalah ini, Nurmal meminta kepada Liga agar segera mengirimkan hasil verifikasi. Tujuannya agar sebelum Liga mengeluarkan keputusan terkait status stadion, PSM bisa melakukan upaya perbaikan terlebih dulu. ’’Kami masih optimistis bisa menggunakan stadion ini sebagai home base PSM.Tapi sebelumnya, kami harus tahu dulu bagian mana saja yang dianggap kurang layak,” ujar Nurmal. (abd kadir)