
Kubu Persipura Jayapura maupun tuan rumah Pelita Jaya sama-sama memberikan pujian terhadap lawan. Itu pula sebabnya, kedua tim berjanji akan bermain waspada sepanjang pertandingan 8 Besar Piala Indonesia (PI) di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Kamis 15 Juli 2010.
Jacksen Tiago, arsitek Persipura memberikan pujian terhadap pasukan Jajang Nurjaman karena diperkuat sejumlah pemain berbakat serta sarat pengalaman bertanding. Buruknya prestasi Redouane Barkoui di pentas Liga Super Indonesia (ISL), bukan ukuran bahwa kualitas Pelita buruk.
Menurut Jacksen, justru dalam kondisi seperti sekarang, Pelita bisa bermain lepas dan bisa membuat kejutan. Ia mengibaratkan Pelita seperti Porstmouth yang berkibar di Piala FA.
"Saya tidak pernah meremehkan tim mana pun. Itu pula yang saya tekankan kepada pemain. Jika seseorang mengaku optimistis bisa meraih kemenangan, itu buah dari kesombongan. Saya selalu tekankan pada pemain saya bahwa lawan setiap saat bisa membuat kejutan sekaligus mempermalukan. Saya katakan demikian, bukan berarti saya takut. Ucapan saya lebih kepada kewaspadaan," terang Jacksen pada GOSport.
Di mata ekspatriat asal Brasil itu, Pelita merupakan kumpulan pemain-pemain bagus dengan fasilitas yang istimewa. Menurutnya, hanya Pelita yang punya fasilitas lengkap di Indonesia.
Performa Pelita sejak dibidani Jajang, kata Jacksen menunjukkan grafik yang bagus. Meski kualitas pemain Pelita dipuji Jacksen, ia tak akan menugaskan anak asuhnya untuk mematikan pemain tertentu. Sebab, menurutnya taktik itu sudah ketinggalan.
"Yang pasti, semua pemain harus bekerja keras. Ketika bertahan harus ada tujuh atau delapan pemain di daerah pertahanan. Sama halnya ketika melakukan penyerangan. Kami juga harus bermain dengan sabar dan tidak mudah terpancing provokasi lawan," lanjut Jacksen.
Sementara itu, Jajang memuji talenta yang dimiliki Persipura. "Mereka tak hanya punya bakat alam maupun kecepatan, juga ditopang visi bermain jempolan. Sentuhan Jcksen juga membuat permainan Persipura semakin ciamik," ujar Jajang.
Guna menghambat kecepatan Boaz Solossa cs, Jajang akan menerapkan permainan menunggu di daerah sendiri. Ia juga berencana untuk menurunkan pemain gelandang dengan tipikal bertahan sebanyak dua orang.
"Kunci untuk mengatasi ketangguhan Persipura saya sudah beberkan pada pemain. Sekarang tergantung pada pemain. Karena sehebat apapun intruksi yang diberikan pelatih, hasilnya tak akan maksimal jika pemain tidak bermain dengan hati di lapangan," katanya.
Kehati-hatian Jajang cukup beralasan. Pasalnya dari empat kali bertemu, Pelita hanya mencatat sekali kemenangan di Karawang, ketika kali pertama Jacksen resmi menukangi Persipura.
REKOR PERTEMUAN
16-2-2010: Liga Super: Persipura vs Pelita 3-1
24-1-2009: Liga Super: Pelita vs Persipura 2-2
5-4-2009: Liga Super: Persipura vs Pelita 1-0
15-9-2008: Liga Super: Pelita vs Persipura 1-0
PRAKIRAAN PEMAIN
PELITA JAYA (4-4-2): 25-Ali Barkah; 23-Ridwan, 2-Supardi, 14-Yuthajak, 13-Jufrianto; 8-Egi, 22-Ardan, 11-Esteban, 14-Yuthajak; 17-Jajang, 29-Barkoui
Pelatih: Jajang Nurjaman
PERSIPURA (4-3-3): 1-Jendry; 7-Stevie, 45-Paulin, 4-Ricardo, 26-Ortizan; 10-Eduard, 13-Kabes, 11-Wanggai, 32-Victor; 86-Boaz, 15-Pangkali
Pelatih: Jacksen Tiago
Laporan: Daniel Siahaan/GOSport