
Agenda seleksi timnas yang digeber di Makassar dan Jakarta ternyata bukan satu-satunya jalan bagi pemain untuk menghuni pelatnas. Gelaran Piala Indonesia juga akan dijadikan ajang untuk memantau perkembangan pemain.
"Kalau memang bagus tapi belum masuk ke seleksi di Makassar dan Jakarta, dia masih punya peluang. Kami akan berpencar untuk memantau permainan setiap pemain," terang Widodo Cahyono Putro, asisten pelatih timnas, kepada wartawantadi malam (10/6).
Pelatih timnas Alfred Riedl hanya akan memantau partai final. Pasalnya, pelatih asal Austria tersebut sedang pulang kampung. Pemantauan di babak delapan besar serta semifinal Piala Indonesia bakal dilakukan para asisten pelatih.
Meski begitu, saat ini jajaran pelatih sudah mengantongi 27 nama yang dianggap layak mengikuti pelatnas. Mereka merupakan pemain-pemain terbaik setelah seleksi di Makassar dan Jakarta. Hanya, komposisi tersebut bisa berubah seandainya di Piala Indonesia jajaran pelatih menemukan talenta baru yang dianggap mampu bersaing mengenakan seragam timnas.
Terkait dengan nama-nama pemain yang sudah dikantongi, tim pelatih ogah membukanya. Mereka mengumumkannya pada 1 Agustus mendatang. Penundaan tersebut bukan tanpa alasan. Widodo mengungkapkan, para pelatih menginginkan seluruh pemain menunjukkan kemampuan terbaiknya selama bertarung di Piala Indonesia.
"Kalau diumumkan sekarang, nanti nggak ada kesempatan untuk pemain lain yang tidak terpanggil seleksi di Makassar dan Jakarta," ujar mantan penyerang Petrokimia Putra Gresik tersebut.
Widodo juga enggan menyebutkan komposisi perbadingan antara pemain seleksi di Makassar dan Jakarta. Para pelatih akan mengumumkannya sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan.
"Yang jelas, pemain-pemain tersebut hasil rapat jajaran pelatih. Tidak ada Badan Tim Nasional (BTN) karena mereka jarang di lapangan," tegas pencetak gol terbaik Piala Asia 1996 tersebut. (ru/c10/ca)