
Marcio Souza da Silva rupanya masih belum bisa melupakan Persela Lamongan. Striker asal Brazil itu ternyata ingin kembali memperkuat di klub pertama yang mengantarkan namanya sebagai pemain bintang di dunia persepakbolaan Indonesia tersebut.
Marcio yang pada musim kompetisi 2009-2010 bergabung dengan tim divisi utama Semen Padang itu belakangan sering melakukan kontak dengan manajemen Persela. Intinya, jika Persela menghendaki, dia tidak keberatan bergabung. Hal itu kemarin (13/6) disampaikan bendahara Persela Yuhronur kepada wartawan koran ini ketika dikonfirmasi perkembangan tentang rencana perekrutan pemain asing untuk persiapan menghadapi kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim depan. "Secara terang-terangan memang tidak. Tapi, mendengar arah pembicaraannya, dia menginginkan kembali ke Persela," katanya.
Bagaimana tanggapan manajemen tim berjuluk Laskar Joko Tingkir? Menurut Yuhronur, secara teknik Marcio memang memiliki skill luar biasa bahkan terbilang nyaris sempurna. Dia memiliki postur tubuhnya ideal sehingga tahan gempuran lawan, tendangan kaki kanan kiri mematikan serta headingnya juga tajam. "Pastinya, naluri golnya tinggi. Dan, tentu kami tidak lupa bagaimana Marcio menyelesaikan bola mati ke gawang lawan. Bisa dibilang seratus persen gol," paparnya.
Hanya, menurut Yuhronur, manajemen tetap masih pikir-pikir untuk menerima kembali Marcio. Alasannya, semua pencinta Persela tentu sudah tahu. Marcio dikenal sebagai pemain temperamental. Dia mudah tersulut emosi hingga terkadang tidak terkendali. Hal ini banyak merugikan tim. Dicontohkan, dia sering mendapatkan kartu kuning bahkan sesekali kartu merah. Bahkan, ketika bergabung Semen Padang, banyak dikabarkan media massa dia bermasalah karena sifatnya itu. "Mungkin karena pertimbangan itu Persela masih pikir-pikir. Dan ada satu lagi alasan penting yang mungkin membuat Persela berat hati menerimanya kembali," tandasnya.
Marcio sebelumnya sempat memperkuat Persela tiga musim. Dia dikenal sebagai pemain asing yang familiar dan gampang bergaul. Bahkan, Marcio sempat menjadi ikon Persela karena kepiawaiannya. (idi/wid/j