Share |

Manajemen Baru Persebaya Minta Manajemen Beresi Gaji Dulu


Saleh Ismail Mukadar resmi melepas jabatannya sebagai manajer Persebaya. Alasannya, selama ini Green Force, julukan Persebaya, sering dikerjai akibat sikap kritisnya kepada PSSI.

''Semoga dengan langkah mundurnya saya ini, Persebaya bisa selamat,'' ujar Saleh saat memantau langsung Mat Halil dkk berlatih di Gelora 10 Nopember, Surabaya, kemarin (11/6).

Menurut dia, bukti Persebaya menjadi tumbal PSSI adalah adanya putusan Komisi Banding (Komding) PSSI tentang pertandingan ulang antara Persebaya kontra Persik Kediri. Padahal, kasus itu telah diputus dan Persebaya menang WO.

''Tapi, mereka memberikan putusan yang berbeda di kemudian hari. Itu bukan karena Persebaya, tapi orang PSSI melihat posisi saya di tim ini,'' tegasnya.

Jabatan yang sangat strategis di tim itu diserahkan kepada I Gede Widiade, salah seorang pengusaha dan pemilik klub di kompetisi internal di Pengcab PSSI Surabaya. Dalam memangku jabatan itu, Gede tidak akan bertugas sendirian. Berdasar surat keputusan dengan Nomor 70/SKep/PSBY/VI/2010, dia akan dibantu asisten manajer Ferdinand Pati.

Gede diperkenalkan kepada sejumlah pemain saat latihan di Gelora 10 Nopember. ''Bahkan, kalau bisa Pak Gede tidak hanya memegang Persebaya di babak playoff dan Piala Indonesia, tapi seterusnya selama berkompetisi di sepak bola Indonesia," ucap Saleh, yang juga mantan ketua KONI Surabaya itu.

Meski demikian, Gede tidak asal menerima jabatan tersebut tanpa syarat. Dia berharap manajemen yang lama harus melunasi seluruh hak pemain yang masih tertunda, salah satunya adalah gaji pemain.

''Saya baru mau menjalankan tugas sebagai manajer jika manajemen yang lama telah melunasi segala hak pemain. Jadi, minggu depan hak itu bisa terlunasi,'' ungkap Gede.

Dia pun berjanji menyelamatkan Persebaya dari degradasi. Tetapi, dia tetap menunggu posisi Persebaya nanti apakah harus melakukan laga ulang melawan Persik atau playoff. (dik/c7/diq)
Share on Google Plus

About 12paz