
LA Mania tampaknya cukup gusar dengan prestasi buruk yang diraih Persela Lamongan pada tahun ini. Selain menuntut reformasi pemain dan pelatih untuk tim senior, kelompok suporter fanatik Persela itu juga menuntut agar dilakukan penjaringan bibit pemain asal Kota Soto itu sendiri secara serius.
Terkait itu, LA Mania meminta kepada manajemen Persela agar memanfaatkan Persela U-21 untuk menjadi ajang penjaringan sekaligus pembibitan pemain-pemain asal Lamongan sendiri. ""Mulai musim depan, para pemain Persela U-21 harus diambil dari pemain-pemain asli Lamongan sendiri, jangan ambil pemain dari luar Lamongan,"" tegas ketua LA Mania, Ainy Hidayat kepada Radar Bojonegoro, kemarin.
Menurut pria yang akrab dipanggil Dayat itu, meski Persela sudah berkiprah di kasta tertinggi persepakbolaan nasional sejak 2004 lalu, namun kontribusinya untuk mencetak pemain asal Lamongan sendiri masih sangat minim. ""Persela saat ini sudah menjadi ikon warga Lamongan. Namun manfaatnya sebagai sarana penggali potensi daerah masih belum maksimal,"" terangnya.
Atas dasar itu, lanjut dia, manajemen Persela harus berani memutuskan untuk merekrut pemain Persela U-21 dari Lamongan sendiri untuk menggali potensi pemain dari berbagai pelosok Lamongan. ""Kebijakan seperti itu juga tidak berisiko, karena selama ini Persela U-21 juga tidak pernah dibebani target. Sehingga kompetisi ISL U-21 lebih baik dipakai untuk ajang mencari dan membina pemain dari Lamongan sendiri,"" tukasnya.
Pernyataan senada diungkapkan pelatih SSB HW Babat, Mahfud "Lepok". Dia menyatakan sistem pembinaan seperti itu sudah berhasil dilakukan oleh Arema Malang dan Persik Kediri. Tim U-21 nya diambil dari pemain-pemain asli daerahnya sendiri. Hasilnya terbukti sangat memuaskan.
Tim senior Arema maupun Persik banyak dihuni pemain-pemain asli daerahnya sendiri dari hasil pembinaan di tim U-21. Menurutnya, dengan cara seperti itu, klub-klub atau SSB di wilayah Lamongan akan bergairah untuk mencetak pemain karena ada tujuannya yang pasti, termasuk akan merangsang kompetisi internal yang lebih berkualitas.
"Juga akan merangsang fanatisme antar kecamatan kalau ada pemainnya direkrut dalam persela U-21,"" kata Mahfud. (feb/wid/j