
Persitara Jakarta Utara dan Persija Jakarta akan menjalani derbyterakhir di SUGBK hari ini.Laskar Si Pitungharus tereliminasi dari Djarum Indonesia Super League (DISL) musim depan.
Tidak ada lagi derbyJakarta musim depan.Bila regulasi tidak berubah, Persitara akan turun kasta ke Divisi Utama. Laskar Si Pitung tetap berada di kerak zona merah dengan nilai 27 dari 31 laga.Mereka terpaut tiga angka dari Pelita Jaya setelah kemenangan The Young Guns 3-2 atas Sriwijaya FC (SFC), Kamis (20/5), meski tetap punya satu pertandingan lebih banyak. Artinya, DISL tinggal menyisakan satu derby Malang antara Arema Indonesia kontra Persema musim depan. Kompetisi juga sebelumnya sudah kehilangan derbyTangerang karena Persita dan Persikota dibedakan status. Hilangnya derby Persitara kontra Persija sedikit mengikis atmosfer sepak bola Jakarta. Sebab, perang saudara itu pada dua tahun terakhir selalu menjadi bumbu tersendiri mulai rivalitas antarsuporter, dikotomi kebijakan pemda terkait APBD, sampai pencekalan izin.Pada derby terakhir itu aparat kepolisian tidak memberikan izin pertandingan dengan penonton.
Liga juga akhirnya merevisi laga terakhir Laskar Si Pitung kontra Persijap Jepara maju sehari dari rencana Minggu (30/5). Jakarta memutus kebijakan tidak bisa menggelar dua pertandingan dalam satu waktu, apalagi disertai dengan penonton.Menurut regulasi, laga terakhir seharusnya digelar secara serentak.Mungkinkah rivalitas dan perlakuan khusus tersebut tetap berlaku sampai musim depan, meski Persitara dan Persija beda kasta? Pelatih Persitara Suimin Diharja mengungkapkan, klub ingin memberikan kado terakhir bagi Persija. ’’Laga ini tetap penentuan siapa yang terbaik di Jakarta.Kami ingin menang pada derby terakhir ini.Buruk atau tidak,hasil ini akan menjadi kenang-kenangan kami untuk mereka,” ungkap Suimin kemarin.
Kalkulasi sejarah sementara berpihak kepada Persija. Dari tujuh derby, Macan Kemayoran bisa mencetak empat kemenangan,dua kalah, lalu sisanya seri. Dua kemenangan Persija dicetak di home ground Persitara. Namun, perang saudara kali ini tetap menyisakan sentimentil lantaran digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang notabene home ground Persija di dua musim terakhir. Lalu, Laskar Si Pitung memakai Stadion Soemantri Brodjonegoro sebagai markas.Suimin menambahkan, kondisi lapangan bagus akan menyajikan pertandingan menarik. ’’Laga besok (hari ini) pasti lebih atraktif.Semua aspek mendukung, apalagi kami juga akan bermain menyerang. Persitara sudah menyiapkan pola 4-3-3 dengan kekuatan full team. Tidak ada pemain cedera,walau Suwita Patha absen dan itu tidak berpengaruh.
Kebugaran pemain bagus dan kami juga sudah melakukan simulasi dari dua uji coba khusus,”lanjutnya. Sementara itu, kemenangan akan membuat posisi Macan Kemayorannaik dua setrip ke urutan 5. Mereka berpeluang menggusur posisi PSPS Pekanbaru dan Persiwa Wamena sekaligus. Sebab, Bambang Pamungkas dkk mengumpulkan nilai 46 dari 31 laga. Pelatih Persija Benny ‘Bendol’ Dollo menyatakan, klub tidak ingin terjebak dalam berbagai opini. Namun, Persija mengakui kehilangan karena Laskar Si Pitung harus turun kasta musim depan. ’’Kami tidak mau terprovokasi keadaan.Laga ini biasa dan bukan penentuan siapa yang terbaik di Jakarta,”tandas Bendol.