
Keputusan penyidik Mapoltabes Palembang untuk menahan empat pemain Sriwijaya FC tak ayal membuat pelatih Rahmad Darmawan gamang. Rahmad belum menentukan sikap apakah tim akan melakoni duel melawan
Tanpa kehadiran keempat pemain ini jelas akan berpengaruh pada kondisi psikologis tim. Apalagi, peristiwa ini sesungguhnya tidak melibatkan hanya empat pemain itu, karena kejadian juga disaksikan oleh seluruh pemain dan ofisial tim. Aksi solidaritas terhadap Charis cs juga wajar-wajar saja diberikan.
Akan tetapi, dampak terburuknya adalah Laskar Wong Kito terancam tidak bertanding lawan Persib Bandung dalam lanjutan Superliga Indonesia itu.
"Saya koordinasi dengan pemain dulu, mau ke Bandung atau tidak. Sebagai rekan sesama tim, tentunya pemain akan solidaritas terhadap permasalahan yang dihadapi oleh keempat rekannya. Mereka tidak mungkin bertanding sementara teman mereka diproses di kepolisian, ditahan pula," kata Rahmad kepada wartawan di Palembang, Jumat.
Jika benar, seluruh pemain Sriwijaya FC akan soladaritas atas derita rekannya itu, artinya ada empat pertandingan sisa yang terancam tidak diikuti oleh Laskar Wong Kito.
Rahmad pun seakan telah pasrah atas kondisi ini, setelah merasa beberapa pihak tidak peduli atas kepentingan tim yang membawa nama baik Sumatera Selatan.
Sanksi publik yang mengecam keempat pemain ini pun dipandang RD sudah cukup untuk menghukum. Namun, kenyataan yang harus dihadapi, keempat pemain itu digiring dalam jalur hukum sesungguhnya dengan dikenai pasal 170 tentang penganiayaan berat.
"Kami sudah dengan tulus meminta maaf dan memohon pengertian dari semua pihak. Tetapi, tidak ada yang peduli dengan kondisi ini. Kalau sudah tidak ada dukungan, kami harus bagaimana lagi," ujar arsitek Sriwijaya FC sejak tiga musim lalu itu.