Share |

Bendol : 90 Persen Arema Juara


Mantan pelatih Arema Beny Dollo ternyata masih menaruh perhatian besar pada tim yang pernah diasuhnya itu. Dia memprediksi Arema bisa merebut juara Indonesia Super League (ISL) tahun ini, bahkan dia menyebut peluang Arema cukup besar. ‘’Saya yakin, peluang Arema mencapai 90 persen,’’ kata pelatih yang akrab disapa Bendol itu kepada wartawan di Jakarta kemarin.
Arema saat ini punya modal besar untuk bisa memboyong trofi ISL, tim yang solid dengan pemain yang bagus, pelatih yang baik dan situasi yang sangat mendukung. ‘’90 persen sudah di tangan, tinggal yang 10 persen harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.’’ Hal ini diibaratkan dengan penendang penalti, meskipun peluangnya sangat besar untuk menyetak gol, tapi tetap saja ada yang gagal.
Banyak hal untuk menguatkan optimisme pelatih Persija itu. Saat ini posisi Arema lebih unggul dibanding pesaing terdekatnya, Persipura yang tinggal memainkan satu laga di kandang sendiri sementara Arema masih tersisa dua laga away.
Kalau Persipura tak bisa memetik poin penuh dalam laga pamungkasnya, maka tim itu tidak mampu mengejar poin Arema. ‘’Saya tetap optimis Arema bisa juara,’’ tegasnya.
Tapi bila Persipura bisa mengalahkan Persiwa, maka Arema harus berjuang untuk meraih satu poin dari dua laga away yang tersisa yakni melawan PSPS dan Persija.
Mengenai masalah ini Bendol mengingatkan Arema tetap konsentrasi pada kemampuan sendiri untuk memenangkan pertandingan.
Saat ini Arema tidak perlu berfikir mengenai tim lain, yang penting tetap fokus untuk pertandingan yang akan dijalani. Sebab, kalau banyak berfikir tentang kemungkinan-kemungkinan yang belum jelas, energinya akan terkuras untuk hal yang tidak penting.
Dia menilai kondisi Arema saat ini jauh berbeda dibanding saat dia menangani tim tersebut beberapa tahun yang lalu. Bendol merupakan salah satu pelatih yang paling sukses menangani Arema. Di tangannya, Arema mampu menyabet tiga gelar, juara Divisi Satu, Juara Copa Dji Sam Soe dua kali. Ini termasuk prestasi yang fenomenal, bukan hanya bagi Arema, tapi bagi klub-klub yang ada di Indonesia. Itulah sebabnya, meskipun sudah tidak menangani Arema, Bendol masih belum bisa melupakan klub tersebut, termasuk para suporternya, Aremania.
Saat dia menangani Arema, kata dia, kondisi eksternal diakuinya sangat tidak bersahabat, banyak hambatan dan alangan yang dihadapi. Dalam banyak pertandingan, Arema sering dikecewakan oleh keputusan pengadil pertandingan yang berat sebelah, terutama saat away, bahkan saat main di kandang pun Arema kerap dirugikan. Tapi Bendol tetap mengingatkan kepada para pemainnya waktu itu, untuk tidak terlalu mempedulikan perlakuan pengadil pertandingan. Kalau mereka terlalu memikirkan kepemimpinan wasit, konsentrasi anak asuhnya akan terpecah. Yang penting, para pemain harus bermain penuh konsentrasi.
’’Kondisi waktu itu memang berat, Anda tahu sendirilah bagaimana persepakbolaan kita,’’ katanya tanpa menjelaskan lebih lanjut. Ketika ditanya mengenai kondisi yang dihadapi Arema saat ini, Bendol mengatakan sangat berbeda, baik internal maupun eksternal. ’’Apakah kondisi eksternal saat ini memang memberi peluang kepada Arema untuk jadi juara,’’ tanyawartawan. ’’Ah, Anda tahu sendirilah,’’ katanya diplomatis.
Ketika ditanya, seandainya Arema gagal memetik angka di Pekanbaru, apakah Persija akan ’membantu’ dengan bermain seri misalnya? Bendol menampiknya.
Kalau kemudian dalam pertandingan terakhir Arema mampu mengalahkan Persija atau bermain seri, dia ingin meyakinkan bahwa itu bukan hasil bantuannya.
Sebagai pelatih profesional, dia tidak akan melakukan itu, karena dia sangat menjunjung tinggi sportivitas. Makanya, dia minta Arema dan juga Aremania tidak berharap banyak kepada Persija. ‘’Arema harus berusaha sendiri,’’ tegasnya
Share on Google Plus

About 12paz