Share |

Status Jeon Di Persebaya Belum Pasti


Persebaya terancam tak bisa memainkan gelandang anyar asal Korea Jeon Byung-euk. Pemicunya, international transfer cer­tificate (ITC) mantan pemain Super Reds Singapura tersebut tidak bi­sa terbit. Sebab, FIFA sudah menutup transfer window pada 15 Februari lalu. Padahal, proses pengurusan ITC Jeon baru dilakukan setelah itu.

"Kalau Juan Marcelo dan Pato (Pa­tricio Morales) sudah beres. Tapi, Jeon belum ada kepastian," tegas Asisten Menajer Persebaya Cholid Ghoromah kemarin (5/3).

Sejauh ini memang belum ada kepastian nasib pemain yang terlambat didaftarkan pada FIFA. Corporate Secretary PT Liga Indonesia Tigor Shalom Boboy menyatakan bahwa hal tersebut masuk ranah kepentingan PSSI dan klub yang bersangkutan.

Kemarin PSSI mengirimkan surat ke FIFA terkait dengan sistem transfer baru. Termasuk, tentang nasib klub yang telanjur mengontrak pemain yang ITC-nya bermasalah. PSSI memohon kelonggaran kepada FIFA mengenai trans­fer window kali ini.

Sementara itu, sesi latihan rutin Persebaya kemarin diwarnai kesa­lahan konunikasi. Dua pemain ­asing, Takatoshi Uchida dan John Tarkpor, terlambat datang karena mengira tidak ada jadwal latihan. "Padahal, saya katakan bahwa latihan siang libur karena memberikan kesempatan kepada pemain untuk salat Jumat," ungkap Rudy Keltjes, pelatih Persebaya.

Sejak Rudy menangani Persebaya, para pemain memang kerap men­dapat tugas latihan tambahan di siang hari. Hal itu merupakan bentuk penerapan program penurunan berat bedan. Awalnya, program tersebut diberikan kepada Djayusman Triasdi dan Sunaji yang dinilai Rudy terlalu gemuk.

"Belakangan, pemain lainnya ikut latihan atas inisiatif sendiri. Jadi, sekarang ada lebih banyak pemain yang juga berlatih ekstra," kata Ru­dy. Di antaranya adalah Mat Halil, M. Erfan, Nugroho Mardiyanto, Korinus Fingkreuw, Sofi Herma­wan, dan Arif Ariyanto. (uan/vem/ca)
Share on Google Plus

About 12paz