Share |

South China vs Persiwa : Memori Sang Pelatih Jadi Cambuk Persiwa


Pelatih Persiwa Wamena, Zainal Abidin punya memori memimpin timnya bertandang ke markas South China, Siu Sai Wan Sports Ground, Hongkong, Selasa 23 Maret 2010. Duel ini merupakan lanjutan babak penyisihan Grup G AFC Cup 2009/2010.

Persiwa saat ini masih menempati dasar klasemen Grup G setelah di laga perdana kalah 2-3 dati tim Maladewa, VB Sports. Padahal, duel ini digelar di Stadion Gajayana, Malang, 24 Februari 2010.

Meski demikian, Zaenal tetap percaya diri. Menghadapi South China yang kini berada di urutan ketiga dengan koleksi satu poin dari dua laga, mantan pemain timnas itu mematok target tiga poin.

"Dua puluh tahun lalu saya datang ke Hongkong saat masih membela timnas Indonesia. Sekarang, saya ada di sini lagi untuk memenangkan pertandingan, meski penampilan kami di liga lokal tidak terlalu bagus," kata Zaenal seperti dilansir situs resmi AFC, Senin 22 Maret 2010.

"Namun, AFC Cup merupakan kesempatan kami untuk membawa nama Indonesia di pentas internasional. Strategi kami adalah bermain cepat dengan satu dua sentuhan," tambahnya.

Persiwa pada laga keduanya seharusnya bertemu dengan tim Thailand, Muang Thong United. Namun, karena situasi politik di Negeri Gajah Putih yang sedang tidak kondusif, Badai Pegunungan akhirnya lebih dulu menjajal South China. Duel kontra Muang Thong rencananya baru digelar pada 27 Maret 2010.

Penampilan Persiwa di Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010 memang sedang merosot. Sebelum berangkat ke Hongkong, Pieter Rumaropen cs baru saja menderita kekalahan 0-5 dari PSPS.

Beruntung, Persiwa tak perlu memeras keringat untuk meraih kemenangan 3-0 atas Persija Jakarta. Komdis PSSI menyatakan Persiwa menang WO setelah Persija gagal menggelar duel sesuai jadwal yang ditetapkan.

"Kami tidak tahu apapun tentang kekuatan South China. Namun, kami tidak akan terburu-buru dan coba menyeimbangkan antara menyerang dan bertahan. Dan saya berharap pemain bisa tampil maksimal," kata Zaenal.

Dalam duel ini, Persiwa tidak akan diperkuat oleh salah seorang gelandang andalannya, Vendry Ronaldo Moro setelah mendapat kartu merah pada pertandingan sebelumnya. Vendry rencananya akan digantikan oleh Joko Kuspito.

Kondisi Serupa

Kondisi tim lawan sebenarnya tak jauh beda. Tuan rumah juga sedang dalam tekanan setelah hanya mampu merebut satu poin dari dua laganya. Hasil seri ini diraih saat South China menjamu Muang Thong United, 24 Februari lalu.

Hasil lebih buruk diperoleh saat bertandang ke Maladewa, 17 Maret 2010. Menghadapi tuan rumah VB, pasukan Kim Pan-gon justru keok 0-1.

"Kami harus merebut tiga poin. Kondisi kami memang sedang tidak baik. Namun saat kondisi seperti ini, kami akan bermain lebih kolektif demi mendapatkan tiga poin," kata Kim.

Menghadapi Persiwa, Kim bakal menginstruksikan pemain-pemainnya untuk tampil menyerang. Karena itu, dia sangat senang dengan kehadiran striker Brasil, Tales Schutz.

Menurutnya, absennya Schutz merupakan salah satu pemicu kekalahan timnya saat bertandang ke markas VB. Tak hanya itu, Kim juga akan mengerahkan seluruh mesin golnya, termasuk pemain yang tidak dalam kondisi fit.

"Kami membutuhkan finishing touch dari Tales (Schutz). Kami butuh semua pemain yang bisa mencetak gol meski dia tidak dalam kondisi 100 persen. Siu Ki juga tidak dalam kondisi terbaiknya, namun kami membutuhkan pemain yang bisa mencetak gol," tandas Kim.

South China juga akan diperkuat oleh salah seorang pemain yang pernah merumput di Indonesia bersama Persija. Dia adalah pemain bertahan Gerard Ambassa Guy.

"Semua pemain South China dalam kondisi tertekan. Namun, pertandingan ini harus kami menangkan meski dalam kondisi
apapun," kata Ambassa. • VIVAnews
Share on Google Plus

About 12paz