FOKUS PSM untuk memperbaiki peringkat di klasemen sementara Liga Super Indonesia dipertaruhkan saat bertemu tuan rumah Pelita Jaya, Rabu (24/3) sore ini. PSM yang tengah menanjak dan memburu kemenangan bakal bertemu tim yang juga tengah bangkit.
Pelatih PSM Tumpak Sihite pun menyatakan timnya harus bisa meredam kebangkitan tuan rumah Pelita, jika ingin terus mempertahankan grafik penampilan yang dari hari ke hari terus menanjak.
"Kita harus bisa meredam ambisi mereka untuk bangkit dari papan bawah. Pelita memiliki ambisi yang sama dengan kita rasakan sekarang, yakni meninggalkan zona degradasi. Karena itu, kita harus meredamnya," ujar Tumpak.
Dalam kamus pelatih asal Medan ini, tidak ada lawan berat dan lawan mudah dalam pertandingan sepakbola. Tumpak menyakini di sepakbola selalu ada kejutan. Hal itu seperti ditunjukkan Ardan Aras dkk yang mampu mengalahkan Persisam di Samarinda.
Karena itu, pada laga yang bakal disiarkan langsung oleh Antv pada pukul 16.30 wita sore ini, Tumpak berharap, pemainnya selalu siaga. "Semua pemain harus berkonsentrasi dan fokus dalam mengawal lawan," katanya.
Beberapa pemain Pelita yang menjadi sosok ancaman, kata mantan pelatih Persipura Jayapura ini antara lain Radouane Barkouwi. Striker asal Maroko tersebut terus menunjukkan dirinya sebagai pemain berbahaya.
"Ia salah satu pemain yang mencetak gol ke gawang Persisam. Dia juga pemain berpengalaman di Indonesia dengan pernah membela Persib Bandung dan Persiwa Wamena," tambahnya.
Tanpa Tiga Pilar
Sedangkan di kubu tuan rumah, Pelita tidak akan diperkuat tiga pemain pilarnya. Tiga pemain tersebut adalah stopper asal Brasil Carlos Eduardo, kiper utama Dian Agus Prasetyo dan gelandang Egi Melgiansyah.
Ketiga pemain ini mendapat akumulasi kartu kuning saat mengalahkan Persisam Samarinda 2-0, pekan lalu. Tanpa ketiganya, jelas menjadi keuntungan bagi PSM.
Namun caretaker Pelita Jaya Jajang Nurjaman tentunya telah memiliki sederet pemain pelapis saat menghadapi PSM. Ardan yang biasanya bisa bermain di tengah, sepertinya akan digeser ke bek kanan.
Sosok Jajang sendiri juga layak diwaspadai. Tangan dinginnya terbukti telah membawa berkah bagi klub milik keluarga Bakrie ini. Setelah mengistirahatkan pelatih Fandi Ahmad, Jajang langsung membawa kemenangan ketika mengalahkan Persisam.
"Kami memiliki motivasi untuk bangkit dari keterpurukan. Apapun hasilnya, kita akan berjuang untuk tampil baik. Apalagi kami bermain di kandang," kata asisten pelatih Arjuna Reynaldi.
Sementara itu Redouane Barkaoui menjadi momok paling menakutkan bagi Handi Hamzah. Empat gol yang telah dihasilkan striker asal Maroko itu menjadi bukti dia striker cukup berbahaya.
"Kita waspadai gerakan cepat dia. Tidak boleh salah antisipasi karena dia memiliki segalanya," kata Handi.
Pelita Jaya berhasil menundukkan Persisam Samarinda 0-2 tidak lepas dari kinerja Barkaoui. Mantan striker Persib Bandung dan Persiwa Wamena itu mencetak gol cepat di menit ke-17.
Pendukung Bontang FC kembali tersentak setelah Esteban Vizcarra menggandakan kemenangan Pelita di menit ke-74. Dua ini membawa Pelita menang di kandang lawan.
"Ini menunjukkan bahwa striker mereka punya kecepatan. Tidak boleh ada celah sedikit pun yang membuat mereka bisa berkreasi," terang Konsultan Teknik PSM, Asgaf Razak, Selasa, 23 Maret.
Stadion Singaperbangsa Kawarang memang bukan kandang yang bertuah bagi Pelita. Sudah berkali-kali Pelita kehilangan poin di kandang sendiri. Namun bagi Asgaf, itu bukan jaminan, karena mereka sedang bangkit. Dia tetap mengingatkan anak asuhnya waspada dan konsentrasi sepanjang pertandingan, jika mau meraih poin.
Pergantian pelatih dari Fandi Ahmad ke Jajang Nurjaman ternyata membawa energi positif. Ardan Aras dkk kini bersemangat untuk bisa lolos dari zona degradasi. PSM bakal kesulitan jika memandang remeh lawan.
"Kita harus bisa meredam ambisi mereka untuk bangkit dari papan bawah. Pelita memiliki ambisi yang sama dengan kita rasakan sekarang, yakni meninggalkan zona degradasi. Karena itu, kita harus meredamnya," ujar Tumpak.
Dalam kamus pelatih asal Medan ini, tidak ada lawan berat dan lawan mudah dalam pertandingan sepakbola. Tumpak menyakini di sepakbola selalu ada kejutan. Hal itu seperti ditunjukkan Ardan Aras dkk yang mampu mengalahkan Persisam di Samarinda.
Karena itu, pada laga yang bakal disiarkan langsung oleh Antv pada pukul 16.30 wita sore ini, Tumpak berharap, pemainnya selalu siaga. "Semua pemain harus berkonsentrasi dan fokus dalam mengawal lawan," katanya.
Beberapa pemain Pelita yang menjadi sosok ancaman, kata mantan pelatih Persipura Jayapura ini antara lain Radouane Barkouwi. Striker asal Maroko tersebut terus menunjukkan dirinya sebagai pemain berbahaya.
"Ia salah satu pemain yang mencetak gol ke gawang Persisam. Dia juga pemain berpengalaman di Indonesia dengan pernah membela Persib Bandung dan Persiwa Wamena," tambahnya.
Tanpa Tiga Pilar
Sedangkan di kubu tuan rumah, Pelita tidak akan diperkuat tiga pemain pilarnya. Tiga pemain tersebut adalah stopper asal Brasil Carlos Eduardo, kiper utama Dian Agus Prasetyo dan gelandang Egi Melgiansyah.
Ketiga pemain ini mendapat akumulasi kartu kuning saat mengalahkan Persisam Samarinda 2-0, pekan lalu. Tanpa ketiganya, jelas menjadi keuntungan bagi PSM.
Namun caretaker Pelita Jaya Jajang Nurjaman tentunya telah memiliki sederet pemain pelapis saat menghadapi PSM. Ardan yang biasanya bisa bermain di tengah, sepertinya akan digeser ke bek kanan.
Sosok Jajang sendiri juga layak diwaspadai. Tangan dinginnya terbukti telah membawa berkah bagi klub milik keluarga Bakrie ini. Setelah mengistirahatkan pelatih Fandi Ahmad, Jajang langsung membawa kemenangan ketika mengalahkan Persisam.
"Kami memiliki motivasi untuk bangkit dari keterpurukan. Apapun hasilnya, kita akan berjuang untuk tampil baik. Apalagi kami bermain di kandang," kata asisten pelatih Arjuna Reynaldi.
Sementara itu Redouane Barkaoui menjadi momok paling menakutkan bagi Handi Hamzah. Empat gol yang telah dihasilkan striker asal Maroko itu menjadi bukti dia striker cukup berbahaya.
"Kita waspadai gerakan cepat dia. Tidak boleh salah antisipasi karena dia memiliki segalanya," kata Handi.
Pelita Jaya berhasil menundukkan Persisam Samarinda 0-2 tidak lepas dari kinerja Barkaoui. Mantan striker Persib Bandung dan Persiwa Wamena itu mencetak gol cepat di menit ke-17.
Pendukung Bontang FC kembali tersentak setelah Esteban Vizcarra menggandakan kemenangan Pelita di menit ke-74. Dua ini membawa Pelita menang di kandang lawan.
"Ini menunjukkan bahwa striker mereka punya kecepatan. Tidak boleh ada celah sedikit pun yang membuat mereka bisa berkreasi," terang Konsultan Teknik PSM, Asgaf Razak, Selasa, 23 Maret.
Stadion Singaperbangsa Kawarang memang bukan kandang yang bertuah bagi Pelita. Sudah berkali-kali Pelita kehilangan poin di kandang sendiri. Namun bagi Asgaf, itu bukan jaminan, karena mereka sedang bangkit. Dia tetap mengingatkan anak asuhnya waspada dan konsentrasi sepanjang pertandingan, jika mau meraih poin.
Pergantian pelatih dari Fandi Ahmad ke Jajang Nurjaman ternyata membawa energi positif. Ardan Aras dkk kini bersemangat untuk bisa lolos dari zona degradasi. PSM bakal kesulitan jika memandang remeh lawan.
