
Pernyataan
Djohar di hadapan mahasiswa baru Universitas Muslim Nusantara (UMN),
Jumat (12/10), di mana ia menyebut kepengurusan PSSI sebelum era
kepemimpinannya dipenuhi mafia judi, memancing reaksi La Siya.
La
Siya memang sukses antarkan Persipura jadi juara Indonesia Super League
(ISL) 2010/2011 atau sebelum kepengurusan PSSI Djohar terpilih di
Kongres Luar Biasa (KLB) 9 Juli 2011.
Dalam sambutannya di UMN,
Djohar menyebut 20 tahun terakhir kepengurusan PSSI atau sebelum
kepemimpinannya, PSSI di kuasai mafia judi. Semua ikut terlibat, mulai
pemain, wasit, hingga tim manajer. Bahkan, juara kompetisinya pun sudah
diatur.
"Kami berdarah-darah untuk jadi juara. Biaya dan tenaga
kami curahkan, kok dianggap diatur. Itu omongan orang yang tidak
mengerti sepakbola tapi mengurus sepakbolabola. Jadinya ya malah makin
rusak," tegas La Siya.
Djohar, menurut La Siya, lebih baik
berkaca diri atas kepemimpinannya di tubuh PSSI. La Siya menilai Djohar
makin nyata sebetulnya sangat tidak layak memangku jabatan Ketua Umum
PSSI.
"Di masa kepemimpinannya, Indonesia tempati posisi terburuk
di peringkat FIFA. Sudah tahu tidak mampu dan gagal, lebih baik mundur
saja. Terpuruknya sepakbola Indonesia saat ini murni akibat ulahnya,"
tandas La Siya.