
“Saya rasa, FIFA melalui presidennya Sepp Blatter tidak akan memberi sanksi kepada Indonesia, mem-ban Indonesia sepertinya tidak akan pernah terjadi, Blatter saya kira, sudah tahu jika akar permasalahan sepak bola Indonesia, adalah kepentingan politik,” ujar Rayana Jakasuria, Senin siang.
Menurut Rayana, dalam sejarah sepak bola, belum pernah ada ada dualisme Timnas, hanya di Indonesia saja. “Inilah kenyataannya, pihak KPSI berani membuat timnas tandingan, karena mereka yakin, tidak akan diberi sanksi oleh FIFA, sementara FIFA sendiri mengakui PSSI pimpinan Djohar Arifin. Artinya, semua oleh FIFA dikembalikan kepada stake holder sepak bola Indonesia sendiri, mau bersatu lagi atau tidak,” imbuh Rayana.
Blatter, menurut pria yang lama tinggal di Italia ini menambahkan, permasalahan sepak bola Indonesia sudah menjadi sorotan publik dunia, salah satunya di Italia.
“Ketika Timnas kalah 10-0 dari Bahrain, media Italia memberitakan hal ini, mereka sangat kecewa, karena Indonesia dianggap negara yang familier dengan sepak bola Italia, AC Milan datang, Inter datang, ada pertandingan Seri A, tapi kenapa bisa kalah telak,” papar Rayana.[bnt]
