
LAGA cabor futsal PON XVIII-2012 Sumatera Utara kontra Jawa Barat ricuh. Lebih memalukan, wasit dan penonton jadi korban amuk mereka.
Duel Sumut kontra Jabar digelar di GOR Tembilahan, Senin (10/9). Sayang, laga yang dimenangkan Jabar 2-1 itu diwarnai kericuhan.
Tensi pertandingan mulai memanas saat memasuki menit-menit akhir. Emosi tim futsal Sumut mulai terbakar karena ketinggalan 1-2. Saking emosi, tim futsal Sumut ajukan protes keras terhadap wasit. Mereka anggap wasit berat sebelah.
Ironisnya, aksi protes itu berujung pada penyerangan wasit. Bahkan, penonton di tribun pun jadi korban karena Sumut sempat dicemooh akibat aksi memalukan itu.
Beruntung, kericuhan itu langsung diredam pihak keamanan di sekitar lapangan. Kekacuan itu berlangsung 20 menit saat laga cuma menyisakan 1 menit 59 detik.
Setelah suasana membaik, pertandingan dilanjutkan. Kemenangan 2-1 Jabar atas Sumut tak terelakkan. Dengan kemenangan itu, Jabar mengamankan 1 tempat di 6 besar.
Kalah, tim futsal Sumut kecewa berat. Pelatih futsal Sumut Alpinus menyatakan bisa menerima kekalahan itu dengan sportif. Tapi, ia menyesalkan keputusan wasit yang dinilainya berat sebelah.
"Wasitnya tidak becus. Padahal, saya sudah ingatkan kepada Komdis agar wasit itu jangan diturunkan di laga ini. Sebab, saya menganggap wasit itu sakit mata dan tak bisa melihat kejadian di lapangan secara obyektif," tegas Alpinus.
Di sisi lain, tim manager futsal Jabar Sigit Iskandar menyatakan puas. Tapi, ia juga mengkritisi kinerja wasit yang dianggapnya tidak tegas.
"Kami cuma berharap pada pertandingan selanjutnya wasit lebih tegas dan bijak. Itu agar pertandingan berjalan dengan baik tanpa kericuhan seperti tadi," pungkas Sigit.
Meski ada insiden baku hantam, menurut pengawas pertandingan Yappi Mansoben, kejadian itu tak bakal ditindaklanjuti. Toh, ia tetap menyayangkan aksi memalukan tim futsal Sumut.
"Tidak perlu ada tindak lanjut dari insiden itu. Tapi, saya pun sangat menyayangkan insiden itu. Seharusnya, ke-2 tim bisa bermain sportif tanpa mengedepankan emosi," ujar Yappi .
