
Kepemimpinan wasit Jerry Elly asal Bogor mendapat kritikan dari tim sepakbola Gorontalo. Wasit yang biasa memimpin laga Indonesia Super League (ISL) ini dianggap membela Jawa Timur (Jatim). Pada pertandingan Grand Stadium Sport Centre Kuasing, Taluk Kuantan, Sabtu (8/9/2012), Jatim menang telak 6-1.
Pertandingan kedua di Grup B ini berlangsung panas dan diwarnai ketegangan. Usai pertandingan, pemain dan offisial Gorontalo sempat mengerubuti wasit. Mereka mendorong wasit yang akan memasuki lorong ruang ganti.
Beruntung pihak keamanan sigap menghadang para offisial Gorontalo yang tengah kalap. Ketegangan sebenarnya sudah terlihat saat pertandingan. Puncaknya ketika wasit Jerry Elly memberikan kartu kuning kedua untuk S Liputo di menit ke-50. Kartu kuning kedua diberikan karena Liputo melakukan protes keras yang memberinya kartu kuning pertama.
Selain itu, kapten Jatim Fandi Eko Utomo juga sempat bersitegang di depan gawang Gorontalo. Beruntung keduanya dapat dilerai teman-temannya. Kepada wartawan, asisten pelatih Gorontalo, Faisal Mohi melontarkan kritik kepemimpinan wasit Jerry Elly.
Faisal mencontohkan, pemain Jatim Ahmad Zakaria melakukan pelanggaran pada pemain belakang Gorontalo, S. Ajiria yang menyebabkan pelipis sebelah kirinya pecah dan berdarah. Namun, wasit diam saja.
Padahal jika wasit mengeluarkan kartu, Jatim pun juga akan bermain dengan 10 pemain saja, kerena Zakaria sebelumnya juga sudah dikartu kuning oleh wasit. "Kami akan segera layangkan surat protes ke PSSI," ucapnya.
Pertandingan ini sendiri berakhir dengan skor 6-1. Enam gol Jatim dicetak Ahmad Zakaria dmenit ke-6, Nur Sasmita menit ke-14. Wage Dwi Aryo menit ke-46, Bima Ragil menit 78, Didik Aryanto di menit 86 serta Dicky Prayoga di masa injury time. Sedangkan satu gol Gorontalo dihasilkan oleh Jefry Derek di menit ke-42. [sya/but]
